Wahai sang bulan
Tebarkan sinar purnama
Untukmu sebuah khayalan
Hilangkanlah hal yang lama
Wahai purnama
Berikan pendar cahaya
Seperti orang dalam sebuah nama
Sumber pancaran cahaya rasa
Wahai cemara
Hadirmu jadikan sempurna
Jadikan bulan sebuah raja
Dari balik sinar purnama
Kamis, 29 Oktober 2015
Senin, 26 Oktober 2015
Rabu, 21 Oktober 2015
Kata siapa?
Kata siapa berjuang itu mudah?
Kata siapa?
Kata siapa bertahan itu mudah?
Kata siapa?
Susah banget nyari motivasi buat ngebangkitin semangat. Sampai pada tahap kejenuhan paling tinggi. Akhirnya, gue, mendapatkan, motivasi. Motivasi yang mulai gue tanam di mindset dan diri gue. Apakah itu? Sederhana dan sering lo denger, tapi bisa menguatkan.
Tuhan ngasih cobaan ini, karena lo bisa ngejalaninnya.
Kata siapa?
Kata siapa bertahan itu mudah?
Kata siapa?
Susah banget nyari motivasi buat ngebangkitin semangat. Sampai pada tahap kejenuhan paling tinggi. Akhirnya, gue, mendapatkan, motivasi. Motivasi yang mulai gue tanam di mindset dan diri gue. Apakah itu? Sederhana dan sering lo denger, tapi bisa menguatkan.
Tuhan ngasih cobaan ini, karena lo bisa ngejalaninnya.
Kamis, 08 Oktober 2015
Dari balik jendela
Terhampar aku dalam kotak-kotak lantai
Dalam sebuah gedung
Kurasakan hembusan angin
Rintik hujan mulai menari
Angin menggelitikku
Seakan ada yang ingin disampaikan
Seperti ada rindu yamg merambat
Gerimis sore ini
Kulihat dari balik jendela
Jendela tempatmu dulu dan kemarin
Aku masih ingin melihatmu.
Sebuah harapan semu untuk diriku
Sabtu, 03 Oktober 2015
Zona Pertemanan
Perpindahan memberikan jarak
Tidak banyak perubahan
Tetapi memberikan perbedaan
Jika hatiku hatimu
Pernahkah kau terjebak
Terjebak dalam lingkungan pertemanan
Siapa yang salah?
Aku atau kamu?
Hidupku tidak selalu memiliki logika
Seperti dirimu yang tidak dapat dilogikakan
Berbagai rasa berkecambuk
Saat kau menceritakan dirinya
Terlalu bodoh untuk menitikkan air mata
Hingga saat kita sudah mulai jauh
Aku tetap ingin menangis dikala penyebutan
Silahkan berkontak
Engkau yang rela menunggunya
Aku punya pertanyaan
Apakah untuk menjaga itu harus kau miliki?
Aku bertanya dalam seribu kerendahan
Terjebak dalam labirin pertemanan
Tidakkah kau sadar bahwa wanita mudah merespon
Tidakkah kau tahu bahwa aku wanita
Ikhlas.
Terima kasih atas genggaman tanganmu dalam sebuah gerbong kereta disetiap pergi dan pulang. Hal yang memberikan rasa hangat yang menjalar menuju hati, membuat aliran darah semakin terasa seperti jantung yang memompa lebih cepat.
Tidak banyak perubahan
Tetapi memberikan perbedaan
Jika hatiku hatimu
Pernahkah kau terjebak
Terjebak dalam lingkungan pertemanan
Siapa yang salah?
Aku atau kamu?
Hidupku tidak selalu memiliki logika
Seperti dirimu yang tidak dapat dilogikakan
Berbagai rasa berkecambuk
Saat kau menceritakan dirinya
Terlalu bodoh untuk menitikkan air mata
Hingga saat kita sudah mulai jauh
Aku tetap ingin menangis dikala penyebutan
Silahkan berkontak
Engkau yang rela menunggunya
Aku punya pertanyaan
Apakah untuk menjaga itu harus kau miliki?
Aku bertanya dalam seribu kerendahan
Terjebak dalam labirin pertemanan
Tidakkah kau sadar bahwa wanita mudah merespon
Tidakkah kau tahu bahwa aku wanita
Ikhlas.
Terima kasih atas genggaman tanganmu dalam sebuah gerbong kereta disetiap pergi dan pulang. Hal yang memberikan rasa hangat yang menjalar menuju hati, membuat aliran darah semakin terasa seperti jantung yang memompa lebih cepat.
Langganan:
Postingan (Atom)