Wahai engkau makhluk abu-abu
Dalam kereta tanpa lagu
Engkau selalu membuatku ingin tahu
Akan rahasia dalam hatimu
Kamu pembuat rindu
Yang terurai dari masa lalu
Menautkan jemariku
Dalam jemarimu
Kamu pembuat bahagia
Membuat rasa menjalar ke dada
Bergetar tanpa dikala
Membuatku sering mengulas tawa
Kamu pembuat sedih
Ketika rindu menjadi perih
Dalam sebuah kasih
Aku tidak tau siapa yang hatimu pilih
Dibuat tanggal 7 Agustus 2016, MY.
Tampilkan postingan dengan label MY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MY. Tampilkan semua postingan
Senin, 22 Mei 2017
Rabu, 17 Mei 2017
Bagaimana Bisa?
Bagaimana bisa telingaku sensitif mendengar pelafalan namamu?
Bagaimana bisa kenangan saat maba masih terpampang dalam memoriku?
Bagaimana bisa waktu merubah segala hal?
Bagaimana bisa semua terjadi tanpa dapat aku sangkal?
Aku tahu kebenarannya. Aku melihat hal lain..
Tapi, bagaimana bisa aku tetap berakhir dengan memikirkanmu?
Bagaimana bisa kenangan saat maba masih terpampang dalam memoriku?
Bagaimana bisa waktu merubah segala hal?
Bagaimana bisa semua terjadi tanpa dapat aku sangkal?
Aku tahu kebenarannya. Aku melihat hal lain..
Tapi, bagaimana bisa aku tetap berakhir dengan memikirkanmu?
Jumat, 27 Januari 2017
Sensasi yang Harus Hilang
Sensasi itu masih ada
Sensasi itu masih terasa
Saat kita maba
Saat kita dalam kereta
Sensasi itu selalu muncul
Saat aku termanung melamun
Sensasi itu selalu menjalar
Saat aku teringat masa itu
Aku melamun
Sensasi itu pun muncul
Pikiranku menampilkan kilas balik masa lalu,
setahun yang lalu
Aku memaksanya untuk hilang
Hampir selalu seperti ini sensasi saat di kereta.
Aku ingin melupakannya.
Sensasi itu masih terasa
Saat kita maba
Saat kita dalam kereta
Sensasi itu selalu muncul
Saat aku termanung melamun
Sensasi itu selalu menjalar
Saat aku teringat masa itu
Aku melamun
Sensasi itu pun muncul
Pikiranku menampilkan kilas balik masa lalu,
setahun yang lalu
Aku memaksanya untuk hilang
Hampir selalu seperti ini sensasi saat di kereta.
Aku ingin melupakannya.
Selasa, 27 Desember 2016
Karena Dia
Sudah terlanjur terbuka
Pintunya
Berkata jujur juga
Sudah terlalu sakit hatinya
Dia sudah masuk
Aku yang memberi izin
Diriku juga sudah terbawa
Salah siapa kalau begitu?
Waktu yang memberi jalan
Akan setiap pertemuan
Mata yang memfasilitasi
Bibir mengulum senyum
Memikat rasa dalam dada
Aku terjebak
Dalam dua rasa
Aku akui
Cintaku bercabang
Pintunya
Berkata jujur juga
Sudah terlalu sakit hatinya
Dia sudah masuk
Aku yang memberi izin
Diriku juga sudah terbawa
Salah siapa kalau begitu?
Waktu yang memberi jalan
Akan setiap pertemuan
Mata yang memfasilitasi
Bibir mengulum senyum
Memikat rasa dalam dada
Aku terjebak
Dalam dua rasa
Aku akui
Cintaku bercabang
Sahabat.
Di sudut kereta ibukota
Yang berisikan maba
Termasuk ku dan dia
Dari Kebayoran hingga Pondok Cina
Bergandeng tangan dalam lautan manusia
Berbaur dalam berbagai rasa
Menimbulkan gejolak rasa
Nyaman, hangat, dan bahagia
Nyatanya,
Semua itu hanya khayal kepala
Akan kenangan masa lalu di kereta
Kini semua telah sirna
Jika bisa,
Ingin kuulang berkereta bersama
Ingin ku ulang semua masa dengannya
Tapi aku hanya masuk dalam respon duka kehilangan
Benar, aku kehilangan semua waktu itu
Tidak ada yang dapat kusesali
Setiap orang menjadi pengisi kehidupanku
Membawa warna
Dalam setiap suasananya
Aku seperti orang dalam lirik lagu ini
Engkau, seperti orang dalam lirik lagu itu
Genggaman,
Pelukan,
Aku terlena dalam hangatnya dirimu
Berkali-kali, berhari-hari, berminggu-minggu, harus kusadarkan jiwaku
Engkau,
Tetap menjadi pengisi hariku dan pengalih setiap hal
--untuk masa lalu dan beberapa bagian masa kini
Pesonamu,
Wangimu selalu menjadi pengisi paruku
Yang berisikan maba
Termasuk ku dan dia
Dari Kebayoran hingga Pondok Cina
Bergandeng tangan dalam lautan manusia
Berbaur dalam berbagai rasa
Menimbulkan gejolak rasa
Nyaman, hangat, dan bahagia
Nyatanya,
Semua itu hanya khayal kepala
Akan kenangan masa lalu di kereta
Kini semua telah sirna
Jika bisa,
Ingin kuulang berkereta bersama
Ingin ku ulang semua masa dengannya
Tapi aku hanya masuk dalam respon duka kehilangan
Benar, aku kehilangan semua waktu itu
Tidak ada yang dapat kusesali
Setiap orang menjadi pengisi kehidupanku
Membawa warna
Dalam setiap suasananya
Aku seperti orang dalam lirik lagu ini
Engkau, seperti orang dalam lirik lagu itu
Genggaman,
Pelukan,
Aku terlena dalam hangatnya dirimu
Berkali-kali, berhari-hari, berminggu-minggu, harus kusadarkan jiwaku
Engkau,
Tetap menjadi pengisi hariku dan pengalih setiap hal
--untuk masa lalu dan beberapa bagian masa kini
Pesonamu,
Wangimu selalu menjadi pengisi paruku
Sabtu, 03 Desember 2016
Biarkan.
Biarkan aku menemanimu
Membimbingmu kembali pada pribadi masa lalu
Biarkan aku menebus kesalahanku
Membiarkanmu merasakan lautan pergaulan baru
Biarkan aku merasuk dalam kehidupanmu
Menjadi pengingat akan kesalahanmu
Biarkan aku kembali padamu
Menjadi sahabatmu
Membimbingmu kembali pada pribadi masa lalu
Biarkan aku menebus kesalahanku
Membiarkanmu merasakan lautan pergaulan baru
Biarkan aku merasuk dalam kehidupanmu
Menjadi pengingat akan kesalahanmu
Biarkan aku kembali padamu
Menjadi sahabatmu
Senin, 04 Juli 2016
Unknown
Masih ada,
Rasa itu,
Masih ada,
Disaat ini
Memori waktu itu,
Semua hal disini,
Mengingatkanku,
Tentang kejadian yang terjadi
Hati ini,
Masih terasa,
Seperti dahulu kala,
Seperti rasa yang pernah ada
Tubuh itu,
Tetap begitu,
Raga ini,
Tetap begini
Apakah kamu masih merasakan hal ini?
Aku seperti merasa dalam perhatianmu,
Dalam kalimat yang engkau ucapkan dengan lembut,
Yang menggelitik,
Telinga dan hatiku
Langganan:
Postingan (Atom)