Minggu, 04 Maret 2018

-

Setiap habis membuka pages facebook-mu, aku membaca untuk keberapa kalinya (sepertinya kelima). Secara otomatis, aku ikut merasakan kesedihan. Mataku jadi berair. Aku tidak mengatakan aku paham bebanmu, aku tidak mengatakan aku paham tanggung jawabmu. Aku sama sekali tidak paham, tapi aku tau rasanya kesedihan itu. Aku tidak mengatakan aku paham rasanya ada di posisimu. Aku hanya ingin mengatakan, aku di sini, menemani dan berharap bisa membantumu. Aku di sini, selalu ada setiap hari. Entah, dianggap apa aku ini, tapi yang pasti aku selalu di sini, setiap hari, aku muncul dengan ceritaku dan kabarku. Aku tidak meminta balasan, aku hanya ingin menemani dan membantumu. 

VH.

Perumpamaan

Jumat, 02 Maret 2018

Sexual Harassment

Sexual harassment dalam bahasa Indonesia berarti pelecehan seksual merupakan perilaku pendekatan kepada seseorang terkait dengan seks yang tidak dikehendaki. Pelecehan seksual dapat terjadi dimana saja, namun yang paling sering saya dengar, yaitu di tempat umum dan tempat kerja. Pelecehan seksual dapat berasal dari komunikasi verbal dan non-verbal. Beberapa contoh pelecehan seksual, yaitu:
- siulan yang bersifat menggoda
- catcalling atau panggilan seperti "neng neng" di saat sedang jalan
- kontak fisik yang tidak perlu
- kata-kata yang bersifat menggoda
- ancaman sex
- mengerling dan undangan yang mencurigakan
- penyentuhan tubuh
- pengeluaran alat kelamin
- ajakan seksual
- serangan fisik dan perkosaan

Korban pelecehan seksual bisa lelaki atau perempuan, namun presentasi jumlah korban perempuan jauh lebih banyak dibanding lelaki. Ada 3 teori dalam menganalisa pelecehan seksual seperti yang dikatakan oleh Sandra S. Tangri, Martha R. Burt and Leanor B. Johnson dalam Indah Budiarti:

  • Teori Biologis. Perilaku pelecehan seksual merupakan suatu ekspresi dari kerja hormon-hormon seksual, dimana laki-laki dipandang memiliki dorongan seksual yang lebih besar sehingga seringkali laki-laki menjahili perempuan secara seksual.
  • Teori Sosiokultural. Mengasumsikan bahwa laki-laki dan perempuan secara sosiokultural dibesarkan oleh suatu sistem yang menempatkan mereka sebagai dua pihak yang tidak setara, disebut dengan budaya patriarki (laki-laki lebih tinggi derajatnya dibanding perempuan). 
  • Teori Organisasional. Mengasumsikan bahwa adanya perbedaan struktur dalam dunia kerja (atasan dan bawahan), maka bagi mereka yang punya posisi atau hierarki lebih tinggi merasa memiliki peluang untuk memperlakukan bawahannya secara sewenang-wenang.
Pernyataan akan ketertarikan seksual adalah hal yang alamiah dan dialami oleh manusia, TAPI tindakan permintaan yang tidak dikehendaki hingga pemaksaan seksual yang tidak bisa diterima yang disebut dengan pelecehan seksual.

Hukum Indonesia yang mengusung tentang pelecehan seksual menurut Indah Budiarti, yaitu:
  1. Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP): Pencabulan pasal 289-296; Penghubungan pencabulan pasal 295-298 dan pasal 506; dan Persetubuhan dengan wanita di bawah umur pasal 286-288.
  2. Undang-Undang Hak Asasi Manusia No. 39/1999 yang menyatakan dengan tegas bahwa setiap manusia memiliki hak dan martabat yang sama dan sederajat, berhak atas jaminan dan perlindungan hak asasi manusia tanpa diskriminasi.
  3. Konvensi tentang Penghapusan Segala bentuk Diskriminasi terhadap perempuan (CEDAW: Convention on Elimination Discrimination Against Women), 1979. Konvensi ini merupakan perjanjian internasional yang paling komprehensif dan menetapkan kewajiban hukum yang mengikat untuk mengakhiri diskriminasi terhadap perempuan. Indonesia telah meratifikasi (mengesahkan) konvensi ini melalui UU No. 7/1984.
  4. Perjanjian Kerja bersama. Masukkan klausal tentang stop pelecehan seksual dalam perjanjian kerja bersama dan di tempat kerja, pastikan bahwa itu dijalankan dengan benar, dan ada sanksi bila melanggarnya.
Langkah yang bisa diambil untuk menghentikan pelecehan seksual dari analisa saya terhadap beberapa artikel di internet dan kenyataan yang saya alami: 

  1. Sebisa mungkin membuat barang bukti, seperti menyalakan alat perekam suara saat berbicara, simpan pesan yang mengandung pelecehan seksual, jika memungkinkan letakan handphone di suatu tempat yang datar dan nyalakan kameranya ketika berbicara. Jika kondisinya berada di tempat umum, sebisa mungkin cari saksi lain yang melihat. Jika tidak bisa, perhatikan lingkungan sekitar apakah ada CCTV atau tidak. Saat ini, di Indonesia sudah lumayan banyak tempat yang menggunakan CCTV. Menurut saya, hal ini sangat berguna nantinya karena terungkap secara jelas. 
  2. Bicarakan pada orang lain tentang pelecehan seksual yang dialami. Sebisa mungkin, meminta jalan keluar dan realisasinya. Saran saya, menceritakan kepada orang lain seperti HRD ataupun teman dekat yang bisa membela adalah hal yang baik, namun jangan terlalu bergantung, karena tidak semua orang mau ikut campur dalam suatu masalah walaupun sudah diceritakan. 
  3. Speak up! Bicara pada pelaku bahwa tindakannya tidak dapat diterima. Sebaiknya, tidak berbicara sendiri, ajak seorang pendamping ketika berbicara. Selain berguna sebagai saksi, pendamping juga berguna untuk melindungi dari kejadian tidak terduga. Menurut saya, speak up adalah hal paling efektif, karena pelaku bisa merasa takut. Pelaku takut karena memang dia salah. 
  4. Melaporkan pelecehan seksual kepada pihak yang berwenang karena sudah diatur dalam hukum Indonesia. Menurut saya, hal ini sulit dilakukan kecuali kasusnya seperti pemerkosaan atau pelecehan seksual yang terbilang parah. 
Ada cara lain yang sepertinya sudah membudaya, yaitu tidak keluar terlalu malam, tidak keluar sendirian, tidak keluar menggunakan pakaian yang terbuka. Saya tidak setuju. Alasannya ada di artikel yang dibuat oleh kumparan:
"Ada yang bilang kalau salah satu cara buat menghindari sexual harassment adalah dengan berpakaian yang baik, ngga nerawang, ngga kebuka, dan sebagainya. Ya, saya sepakat.
Tapi coba lihat, mereka yang berjilbab pun masih bisa jadi sasaran. Mulai dari catcalling yang bernuansa islami dengan mengatakan "Assalamualaikum" sampai dengan memotret diam-diam. Kalau sudah begini, gimana ya?"

Cara menangani korban yang terkena pelecehan seksual adalah menghukum pelaku. Bukan malah menyelamatkan pelaku dan menyalahkan korban. Jika terus diwawancarai dengan pertanyaan, "Memangnya pakai baju apa?" "Memangnya keluarnya jam berapa?" dan semacamnya. Tentunya membuat pelaku merasa aman karena yang disalahkan pun korbannya dan akan terus mengulangi kejahatannya. Kriminal tetap kriminal. 

References

Budiarti, I. (2009, February 6). STOP sexual harassment. Retrieved from UNIONISM: https://unionism.wordpress.com/2009/02/06/stop-sexual-harassment-and-violence-at-work/

Suryaningsih, M. (2017, July 10). Menjaga Diri Memerangi Sexual Harassment. Retrieved from Kumparan: https://kumparan.com/mega-suryaningsih/menjaga-diri-memerangi-sexual-harassment

The Regents of the University of Michigan . (2018). Sexual Assault Prevention and Awareness Center. Retrieved from What is Sexual Harassment? : https://sapac.umich.edu/article/63


Minggu, 18 Februari 2018

Ketakutan Pribadi


Setelah ngebaca tweet itu, gue ngerasa kaya gue paham rasa mual dan muntah yang orang itu rasain. Badan gue emang kurang support untuk begadang. Setiap lewat dari jam 12, keseringan gue langsung sesak napas. Sering juga, karena gue mencoba mengambil napas secara colong-colongan supaya rasa oksigen yang masuk bisa sampe paru-paru, gue jadi mual sampe batuk-batuk mau muntah.

Mengambil napas secara colong-colongan yang gue maksud disini itu kalau secara ilmiah bisa dikatakan long/maximum inspiration yang menggunakan otot bantu pernapasan. Normalnya, kalau kita bernapas itu dada gak akan mengembang atau mengempis secara berlebihan. Tapi, kalau udah menggunakan otot bantu pernapasan, dada akan terangkat ke atas dan dapat terlihat dengan jelas menggunakan mata telanjang.

Gue merasa gue punya ketakutan pribadi aja. Gue takut aja ada penyumbatan di saluran, entah, jantung gue maybe, atau saluran pernapasan dan membuat semua hal bisa berhenti di detik itu juga. Semoga aja cuma stress pernapasan karena gue begadang, bukan karena penyumbatan-penyumbatan itu. Gue sendiri ngerasa harus bener-bener berhenti begadang, cuma kadang rasanya susah karena berbagai deadline.

Jumat, 16 Februari 2018

Ada

Ada seseorang yang pernah bertanya, "VH itu siapa?"
Aku hanya jawab, "manusia."

Tenang saja, kita akan tetap menjadi rahasia untuk pembaca.
:D

You


The best reason why I can stay with him till now is that.

For you, who always calm when I angry, who always relax when I tell about crush, who always silent when I cry and who always patient with my words. Look so ignorant, but I know you care behind your ignorance. You're the person who directly call me after I said I've got an accident. You're the person who relax have a talk with me. You're the person who send me a kiss before sleep. You're the person who always in my mind from that day till now. You're the one who know, I'll back to you again and again and again. I called you, home, my muse.

VH.

Things that I want

Gadget
1. DSLR
2. Mouse
3. Notebook

Place
1. Japan
2. Malang
3. Mt. Prau
4. Nusa Tenggara
5. Thailand

That's just a dream.

Kamis, 15 Februari 2018

Penikmat Waktu

Ada mereka yang terikat
Tapi tidak ada rasa
Ada mereka yang merasa
Tapi tidak terikat 

Mana yang lebih penting?
Rasa tanpa ikatankah?
Ikatan tanpa rasakah?
Mana yang kau pilih?

Ada dunia dalam imajinasi
Selayaknya engkau yang selalu mengisi
Sudah lama disadari
Banyak hal menggunakan hati

Banyak insan menjalin hubungan tanpa ikatan
Manusia bebas tetapi tetap ingin pulang
Sebuah raga masuk dalam hubungan tanpa ikatan
Menuruti hati yang memilih menetap pada pawang

Terlalu banyak sandiwara di dunia
Menutupi segala hal nyata
Termasuk rasa di dada
Akibat logika yang menjelma

Aku hanya ingin menikmati waktu
Waktu yang masih ada untuk kita
Aku hanya ingin berkata padamu
Memang ada rasa sejak lama

Aku hanya ingin menikmati waktu yang diberikan Tuhan untuk kita, VH.

Minggu, 11 Februari 2018

Subjektifitas

Memang, janji itu terpenuhi
Tapi bahkan saat melihat layar hp
Layar yang menunjukan angka tersebut
Diri ini merasa hina

Ada sebuah syukur kerananya
Tapi, ada juga perasaan hina
Merasa sama dengan pengemis
Ada pula pembelaan akan sebuah logika

Sebuah win win solution
Bukan meminta
Tapi, tetap saja merasa hina
Karena masih memiliki tenaga

Bukankah lebih baik tenaga saya diperas
Atau dengan bahasa bekerja keras
Bukankah lebih baik tangan di atas?
Sehingga lebih puas

Bahkan dalam konteks tidak cukup
Atau jauh dari yang biasa didapat
Tidak berani meminta lebih
Diri ini terlalu hina

Jika boleh dan tidak mengganggu
Di beberapa masa yang akan datang
Ingin kembali memeras tenaga
Dan tidak meminta

Tetap Ada

Meski semuanya berjalan tanpa makna
Tapi tidak ada penyesalan di dalamnya
Ada sebuah tanya,
"Kamu menyesal ya?"

Tidak pernah ada penyesalan
Apa yang harus disesali?
Semua hal yang telah terjadi 
Merupakan keinginan sendiri

Mengapa harus menyesali hal manis setelah muncul hal pahit?

Meski semuanya berjalan tanpa makna
Tapi masih ada kenyakinan dalam rasa
Bahwa hal itu akan tetap ada
Menetap di dalam dadanya

Rasa itu akan tetap ada
Hingga waktu yang lama
Sepertinya hanya akan mereda
Bukan benar-benar tiada

Bila ada kembali melihat raga
Rasa yang reda akan kembali ke telaga
Adalah intuisi tentang perasaannya
Penglihatan yang hanya saya yang punya

Satu tahun 
Dua tahun
Lima tahun 
Sepuluh tahun, baru saya bisa yakin perasaannya bisa benar-benar terpendam dengan rapih. Entah jika ada pertemuan di tengah perjalanan menuju 10 tahun itu. Mungkin akan ada pengulangan untuk memendam kembali. 

Rabu, 07 Februari 2018

Penat.

Seharusnya, puisi gue gak muncul di instagram. Tapi, karena waktu itu gue muak banget ditanya-tanyain mulu waktu makan bareng anak b----r dan semakin ditanya semakin ngaco rasanya hati gue. Jadinya, malemnya gue ngepost itu karena di kereta rasanya langsung campur aduk dan pengen nangis banget. Jadi cengeng banget gue-_-

"Kenapa keluar?"
"Gak mungkin karena sibuk, kemarin2 juga lu punya kesibukan yang sama."
"Coba uraiin satu persatu agenda lu."
"Terus Sabtu Minggu lu ngapain?"
Semua jawaban gue dibantah seketika dan cuma bisa nyengir2 bohong. Dalem hati berharap, "please, jangan tanya2in gue terus." Tapi harapan gue tidak diijabah oleh Allah SWT. Semakin mereka bertanya, semakin gue pengen nangis. Pengen nangis karena gue harus bohong dengan ekspresi diri gue sendiri. Ada kalanya suatu hal tidak bisa dijelaskan secara keseluruhan karena mengandung aib orang lain dan akan berdampak buruk ke lingkungan.

Karena sekarang kayanya mereka udah melihat puisi gue dan sudah bisa memahami jadinya gue apus dan gue pindahin ke blog ini. Gimana pun juga, itu karya wkwk.