Rabu, 27 Mei 2015

Mematikan Rasa

Tentang sebuah cinta
Cinta kepada Tuhan berarti abadi
Cinta kepada orang tua berarti berbudi
Cinta kepada antonim berarti naluri

Aku ingin bertanya
Mengapa jatuh cinta dibilang mudah?
Aku ingin tahu
Apakah melupakan juga mudah?

Hanya sebuah pendapat
Tentang sebuah cinta
Jatuh cinta tidaklah mudah
Sama halnya dengan melupakan

Jatuh cinta awal ialah maya
Jatuh cinta selanjutnya ialah candu
Jatuh cinta terakhir ialah mapan
Jatuh cinta hingga maut ialah abadi

Cinta
Tidak selalu dapat terungkap
Kadang semesta meminta untuk diam
Karena tidak semua harus diketahui
Cinta dalam hati
Seperti genderang yang ditabu
Ketika memaksa cinta untuk diam
Rasanya, seperti genderang yang ditabu dalam ruang hampa
Terdengarkah?
Tidak!
Berfungsikah?
Tidak!
Dan disaat itu seseorang terpaksa mematikan rasa

Disaat bola mata bertemu dalam sebuah horizontal
Pandangan berpaling seakan menjauhi kenyataan
Dunia maya kau ambil untuk pengalihan
Anak tangga tetap kunaiki dengan raut bahagia terpaksa
Kita... Apakah kita menjauh?

Tentang seseorang, di depan sebuah Musala.

Minggu, 24 Mei 2015

seperti, kasih yang tak sampai


Halo. Kayanya ini blog lebih cocok dibilang diary deh hehe. Kenapa? Karena disaat gue lagi bete dan semacamnya, gue pasti larinya kesini. Kebaperan dimulai waktu lagi jam bahasa Indonesia, disalah satu soal ada option jawaban yang berisi puisi di atas. Dan dijelasin pula sama guru gue. Pas pertama kali gue denger, feel gue langsung bilang itu puisi bagus. Dan feel gue langsung mengartikan itu puisi sedih. 

Kata-kata dari Bpk. Supardi Djoko Darmono sangat mewakili saya saat ini. Gue mau bikin perumpamaan aja. Jadi, ada seekor kupu-kupu di taman bunga yang bernama Nila. Nila hidup dengan damai, tapi suatu ketika taman bunganya kedatangan tamu tidak diundang, kerajaan kadal bermigrasi. Keluarga dan teman-teman Nila pun menjadi sajian lezat bagi bangsa kadal. Nila terbang ke rumah untuk mengabarkan orang tuanya, dan terbelalaklah mata Nila ketika ia melihat ayah dan ibunya sudah berada di lidah kadal. Orang tua Nila meneriakkan Nila untuk tidak mendekat dan berlindung di taman bunga daerah timur. 

Setelah cukup lama terdiam di awang-awang karena shock, Nila pun mengikuti perintah orang tuanya. Hati Nila sangat-sangat kalut, Nila terbang dengan rasa tak berdaya, energinya terserap kesedihan. Nila terus terbang menjauhi matahari, menjauh, dan menjauh. Hingga gelap menyelubungi isi bumi. 

Semalam penuh Nila terbang dan disaat fajar menyingsing Nila melihat dikejauhan ada sebiah taman. Nila semakin mempercepat kepakan sayapnya. 

Nila membuka mata, ia melihat seekor kupu-kupu jantan sedang duduk di sebelahnya. Nila pun langsung terlonjak karena kaget. Ia bingung. Sepertinya si kupu-kupu jantan paham kenapa Nila kaget. Lalu ia memperkenalkan diri, namanya Ruga dan dia menceritakan bahwa tadi pagi Nila pingsan dan Ruga hanya berniat menolongnya. Nila sangat berterima kasih kepada Ruga. Ia pun menjelaskan maksud kedatangannya ke taman bunga timur ini. 

Ruga mengerti dengan penjelasan Nila. Ia pun mengantar Nila ke rumah ratu kupu-kupu. Nila mengikuti dari belakang, cahaya mentari tampak menyorot muka Rugo, membuat raut mukanya bersinar dengan taburan jingga. Hati Nila meletup seperti ada percikan rasa suka, pipinya memerah melihat keindahan pagi ini. 

Sesampai di rumah ratu kupu-kupu, Nila menjelaskan semua. Dan ratu kupu-kupu dengan senang hati menerima Nila. Nila pun menjadi anggota kerajaan kupu-kupu taman bunga timur. 

Di malam hari, Nila memikirkan kejadian tadi pagi, disaat ia memandang wajah Rugo, ia menrasakan cinta. Tetapi, sepertinya ia tidak pantas jika jatuh cinta dengan Rugo. Sepertinya ia harus menyimpan rasanya dan memaksa untuk membuat arti dari rasa itu menjadi berarti rasa kagum. Hanya kagum. 

Hari terus berjalan, beberapa hari ini Nila diajarkan dan ditemani Rugo. Tapi hari ini Rugo tidak datang. Nila menjalani hari seperti biasa, terbang mencari bunga-bunga, menghisap gula-gula yang berada di benang sari, membantu para bunga melakukan penyerbukan. 

Hari kedua, hari ketiga, hari keempat, Rugo tidak pernah datang kembali. Hingga Nila dengar kabar bahwa Rugo sedang berperang ke selatan. Hati Nila langsung was-was, takut kalau Rugo kenapa-kenapa ketika berperang. Pikiran Nila hanya rindu Rugo dan mendoakan supaya selamat. 

Hingga pada suatu sore, ketika Nila sedang meloncat-loncat di atas bunga-bunga yang bermekaran, dari kejauhan ia melihat Rugo. Ia melihat Rugo jalan menuju istana ratu. Matanya menatapnya lekat-lekat, Rugo terlihat buru-buru. Tetapi disaat itu Nila sadar, rasanya masih sama seperti dulu, yaitu sebuah rasa cinta. Cinta yang tidak bisa ia ucapkan, yang hanya bisa ia pendam sendiri. Cinta yang tidak akan bisa menyatukan. Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu yang sudah menjadi abu, seperti isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. 

Rabu, 13 Mei 2015

Risalah

Menangis!!!
Untukku
Agar hatiku tenang
Sebagai penenang kepenatan

Berlari?
Sebuah pikiran buruk
Jangan pernah berlari
Hanya untuk menjauhi masalah
Hadapilah dengan tenang

Jika menatapmu adalah sebuah kesalahan
Biarkan aku menunduk
Agar hatiku tentram
Supaya tanganku tidak gemetar

Jika menjauhimu adalah pengecut
Aku akan menguatkan hatiku
Supaya ragaku semakin kuat
Daging yang membalut tulang semakin rapuh

Gemetar saat melihatmu
Takut menatapmu ialah dosa
Tapi menjauhimu menjadi sebuah sendu
Mungkin memang seperti ini sendi kehidupan
Aku... jatuh cinta kepadamu sebuah huruf a

Sabtu, 09 Mei 2015

sembilan mei dua ribu lima belas

Hari ini, mungkin bukan hari yang bersejarah buat mereka selain siswa SMA kelas 3. Buat gue, hari ini cukup bersejarah. Bukan sejarah yang menyenangkan memang. Hari ini pengumuman SNMPTN. Di kelas BTA, anak-anak yang lain pada ngebuka web waktu guru matematika kita keluar sebentar buat ngecek. Faisal, temen sekelas gue di BTA, nyuruh gue ngecek juga. Dan.. gue gak mau. Bukannya gak mau diliat rame-rame. Tapi firasat gue jelek, perut gue mual, pengen muntah. Gini gue emang kalau kepikiran sesuatu, ngerjain apaan juga jadi gak konsen.

Gue akhirnya memberanikan diri buat ngeliat pas udah bel pulang. Gue masih di kelas, buka HP buka web, dan... tulisannya merah. Gue gak diterima. Langsung agak gak semangat gitu sih gue, kecewa gitu. Di jalan gue sempet kepikiran juga. Akhirnya gue baca buku, buku tentang manfaat 7 sunnah gitu deh. Alhamdulillah, gue jadi gak sesedih tadi. Sampe rumah gue udah gak mikirin itu. Yang gue pikirin cuma gue laper pengen makan.

Di rumah gue ngabarin ke mama. Gue sama sekali udah gak sedih. Dan Alhamdulillah nyokap gue juga gak sedih2 banget pas denger kabarnya. Permasalahan ke mama udah clear. Gue akhirnya ngabarin bapak juga. Gue sms bapak. Dan beberapa detik kemudian bapak bales terus nelpon gue. Gue jelasin lalalalala. Dan akhirnya dia nanya terus mau gimana? Dan gue jawab gue mau ambil jalur SBMPTN.

Kedua orang tua gue gak kecewa-kecewa banget gue gak keterima undangan. Gue juga nggak, gak tau kenapa. Padahal kemarin-kemarin gue bener-bener mengharapkan undangan. Iyalah, gue udah buat beberapa rencana buat kerja kalau dapet undangan. Tapi, Allah punya rencana lain. Ada seribu jalan menuju Roma, ada seribu cara untuk menggapai cita-cita. Dan gue percaya, rencana dari Tuhan pasti yang terbaik untuk gue. Gue menerima dengan ikhlas dan lapang dada. Gue disuruh berjuang kali ini, karena udah kebanyakan hoki di tahun-tahun sebelumnya. Buat yang keterima SNMPTN, gue ucapin selamat!! Semoga kalian jadi lebih semangat untuk kuliah. Yang belum dapet gak usah kecewa, gue juga gak dapet kok. Hidup itu butuh perjuangan. :)

Kamis, 30 April 2015

keegoisan.

Ada banyak pertanyaan, kebanyakan tentang keegoisan. Dan ada beberapa jawaban tentang pertanyaan dimasa lalu. Ternyata, apa yang terjadi dikala itu bukanlah suatu pengabulan atas doa-doaku di masa sebelum2nya.

Ada sebuah rasa yang tidak asing. Sesuatu yang pernah kurasakan dulu. Bedanya, sekarang aku sudah tidak pantas memiliki rasa ini. Bedanya, sekarang aku sudah tidak boleh memiliki rasa ini. Yang aku tahu dan kupahami sih begitu. Entah benar atau salah, itu hanya persepsiku dan persepsi kebanyakan orang. Seharusnya, dulu aku bisa menghapus seluruhnya dan tidak menyisakan secuil pun. Tapi, hati seakan masih menolak. Menolak untuk menghilangkan tentang kamu secara keseluruhan. Ada beberapa hal yang tidak aku pahami secara logika. Setauku, sedikit tentangmu masih melekat di hatilu.

Jujur, akhir-akhir ini aku memimpikan kamu melulu. Kamu yang seharusnya sudah tidak muncul dalam mimpiku. Tapi apa daya? Memang aku pengatur mimpi?

Pagi ini aku terbangun dengan perasaan tidak enak. Dan buruknya, aku seharian mengalami hal-hal yang menambah suasana hatiku semakin tidak enak. Dan bencananya, di malam hari, bad dayku sampai di puncaknya. Selamat. Memang sepertinya aku sudah harus benar-benar menghilangkan semuanya.

Jagalah dia, sayangi dia, lindungi dia, jangan pernah kecewakan dia, jangan menyakiti dia, jangan buat dia menangis, jangan... berhenti mencintainya. Langgeng sampai kakek-nenek ya.

Senin, 27 April 2015

Tentang Sebuah Asa

Tahukah kau?
Tentang kebosanan
Pahamkah kau?
Pada keacuhan
Mengertikah kau?
Merasakan rasa

Tidak pedulikah kau?
Akan sesuatu yang ada
Tidak berfikirkah kau?
Akan sesuatu yang mencarimu
Tidak maukah kau?
Aku memanggilmu

Apakah waktu ini?
Apakah siasia?
Apakah berharga?
Apakah hanya bayangan?

Apakah kau mulai kembali?
Apakah kau mulai mencari?
Apakah kau mulai mengerti?
Apakah kau mulai merasa?

Kemana saja kau
Tidak sadarkah saat ini salah
Salah untuk memilih kembali
Tidak sadarkah cahaya mulai redup

Kebimbangan mulai bergelayut
Ketidakpedulian mulai mengisi
Kebiasaan yang selalu menemani
Kelakuan yang kau ciptakan

Mungkin bisa diperbaiki, atau
Mungkin akan berbeda, atau
Mungkin akan berhenti.

Jangan membuat penyesalan di akhir
Hargai sesuatu yang kau miliki
Jadilah yang terbaik di kala itu.

Jumat, 24 April 2015

Bimbang

Hari ini, gue kaya digampar sama realita nyata. Pilihan gue memilih jurusan di undangan seakan dianggap hal yang paling salah. Bokap gue terlihat sangat-sangat kecewa dengan pilihan gue. Tadi, sobat bokap ngomong sama gue. Dan buat beberapa hari di belakang sobat bokap gue itu juga udah sering bilang disaat gue bilang "aku milih perawat, aku mau jadi perawat" dan sobat bokap gue bilang apa? "ngapain jadi perawat! jadi pembantu kamu". Kemarin-kemarin perkataannya masih bisa gue tolerir. Tapi hari ini? Ketangguhanku akan pilihan yang sudah aku pikirkan masak-masak seakan digoyahkan. Kepercayaan hati yang udah gue bangun bahwa 'GUE BAKAL CEPET LULUS SARJANA KEPERAWATAN DAN KERJA LALU PUNYA USAHA DILUAR DAN SUKSES' seakan digoyahkan dengan kata-kata "LO GAK BAKAL SUKSES KALO JADI PERAWAT". Sobat bokap gue ngomong kalau bokap gue gak terlalu setuju kalau gue jadi perawat. Disitu gue ngerasa, pilihan gue diambang benar dan tidak. 

Emang gue ngomong ke bokap gue kalau pilihan undangan gue yang nomer satu itu keperawatan disaat gue udah daftar. Dulu emang gue bercita-cita pengen jadi dokter. Tapi, gue harus memikirkan tentang segala-galanya lagi. Ada beberapa hal yang cuma gue sama nyokap gue doang ngerti dan bokap gue gak ngerti. Nyokap gue ngerti kenapa gue pindah haluan buat jadi perawat. Nyokap cuma bilang "kalau kamu suka, yaudah mama sih ngedukung-dukung aja." Ucapan mama sangat menentramkan hati gue. Saat ini, mungkin cuma mama yang ngerti gue. Gue bukan menyerah dalam hal meraih cita-cita, tapi gue punya backingan cita-cita. Atau bisa disebut, gue punya beberapa pilihan cita-cita. Saat ini, cuma mama yang jadi supporter gue.

Gue gak ada niat buat bikin bokap gue kecewa. Semua keputusan gue udah gue pikirin mateng-mateng. Daritadi gue perang batin sama diri gue sendiri. Gue menanyakan beberapa pertanyaan ke diri gue. Dan gue akhirnya membuat keputusan. Kalau gue dapet undangan keperawatan, bakal gue ambil dan gue harus buktiin kalau jadi perawat juga bisa sukses. Kalau nggak, gue bakal ikut sbm dan ambil jurusan FK. Kalau dua-duanya gak bisa gue dapetin. Gue serahin semuanya sama Yang Maha Kuasa. Gue butuh restu orang tua dalam hal apapun. Disaat bokap gue kurang merestui kaya gini, rasanya kaya ada hal yang ganjel. Gue punya prioritas dalam hidup, dari yang paling awal banget Tuhan, keluarga, pendidikan/pekerjaan, sahabat, pacar, teman. Otomatis, mungkin gue akan lebih mempertimbangkan lagi bagaimana plus minusnya dikemudian hari.

Kamis, 23 April 2015

Abu-abu

                     Hitam
               Hitam Hitam
         Hitam Putih Hitam
    Hitam Putih Putih Hitam
         Hitam Putih Hitam
               Hitam Hitam
                     Hitam

Rabu, 22 April 2015

Goodbye UN

Selamat tinggal UN CBT. Kayanya semua sosial media gue statusnya udah gue ganti jadi kaya judul post ini deh. Akhirnya yaaaa setelah sekian lama menunggu UN selesai, akhirnya selesai juga. Alhamdulillah ya Allah. Gimana gak geregetan kalau yang PBT alias UN tulis udah selesai dari kapan tau.

Jadi UN tahun ini tuh ada 2 basis gitu. Ada basis CBT atau komputer, ada basis PBT atau kertas. Rasis ya UN aja basis-basisan-_-. Kalau yang PBT sehari 2 mata pelajaran, kalau yang CBT sehari satu mata pelajaran. By the way tadi soal bahasa Inggrisnya agak gak manusiawi. Oke bye. Semoga aja nilai UN gue minimal 8. Tolong bantu di aamiin-in kalau baca. Siapa tau doa dari kamu diijabah :)

Gue bahagia banget. Dari sebelum UN gue udah punya rencana mau nonton The Last: Naruto Movie gitu. Tapi apa daya doi releasenya pas gue lagi mau UN. Cuma bisa pasrah dan berdoa ini film masih tayang di bioskop pas gue selesai UN. Daaaaaan Alhamdulillah banget masih ada :"D aku terharu. Besok gue berencana nonton ini sama Syifoo. Can't wait for tomorrow!!!>.< by the way jangan bilang gue otaku ya!

Jumat, 17 April 2015

Senja di Kereta

Cipratan jingga di langit
Mewakili senja sore
Mataku terhipnotis olehnya
Kerikil bertaburan di sepanjang jalan
Sebuah tangga besi menjadi lajur

Melihat pemandangan di luar
Mendengar bunyi kereta melaju
Mengingatkanku akan sesuatu
5 centimeter persecon
Kuakui, saat ini kumerindukanmu

Aku rindu percakapan kita di kala senja
Aku rindu sapaanmu di layar gadgetku
Aku rindu kamu membagi hal-hal tentangmu
Aku rindu kamu yang telah pergi, Vulner Hunter.

Minggu, 12 April 2015

Permintaan Maaf

  عَنْ أَبِي الْجَلْدِ، قَالَ: وَجَدْتُ [ص:55] التَّسْوِيفَ جُنْدًا مِنْ جُنُودِ إِبْلِيسَ، قَدْ أَهْلَكَ خَلْقًا مِنْ خَلْقِ اللهِ كَثِيرًا

 “Abu Al Jald (w: 70H) rahimahullah berkata: “Aku mendapati bahwa at taswif (menunda-munda kebaikan) adalah salah satu dari tentara Iblis, ia telah membinasakan banyak makhluk-makhluk Allah.” Lihat kitab Hilyat Al Awliya’ wa Thabaqat Al Ashfiya’, 6/54.

Kata orang, jangan tunda kebaikan. Alhasil di hari Jumat malem, gue minta maaf ke ask.fm orang yang pernah gue ask make anon. Ada 2 orang yang mau gue minta maafin. Tarolah orang yang pertama itu "orang 1" dan yang kedua itu "orang 2". Nah, gue berani minta maaf ke orang pertama di Jumat malem, abis gue ngetik panjang lebar gue klik "ask" diask.fmnya dia. Abis itu gue panik. Kalau dia answer gimana? Gue gak mau nanti fans-fansnya dia ngepoin gue. Gue stakstuk sampe gue tertidur. Paginya? Gue masih kepikiran! Gue buka ask.fmnya dia dan gak ada answeran baru. :) Semoga dia memaafkan gue dengan tulus ikhlas.

Lalu berlanjut ke orang 2. Gue juga minta maafnya di ask.fm. Orang gue macem-macemnya via ask.fm. Gue ngeask dia dengan tanda kurung (jangan di answer kak) sama sih kaya orang 1, gue juga masukin kurungan itu. Gue minta maaf hari Minggu pagi, beneran pagi ini. Sekitar jam 1 atau 2 pagi gitu. Ini bukan karna gue gak bisa tidur malem loh ya. Sampe kapanpun gue gak mau dibilang insom. Gue kebangun jam 12 malem (as always). Gue juga ngetik kata-kata panjang lebar buat orang 2. Berhubung jumlah kata di ask.fm terbatas, jadi tulisannya agak gue singkat-singkat gitu dan ada yang tanpa spasi. Udah tuh gue klik ask. Sialnya, gue kepikiran lagiiiiii. Sampe jam 4 gue baru tidur lagi. Sekarang, gue baru bangun dan gue bener-bener kepikiran. Apakah mereka berdua memaafkan gue, atau tambah sebel sama gue? Gue takut bgt kualat. Ya, semoga aja mereka memaafkan gue dengan tulus ikhlas. Karena gue bener-bener mau minta maaf emang. Btw gue sendiri sebenernya juga gak suka nge-ask make anon, terlihat tidak bertanggung jawab. Dan gue akui gue jadi ikutan terlihat tidak bertanggung jawab.

Diakhir kata (kaya pidato) saya minta maaf ke yang saat ini membaca dan pernah membaca blog saya. Saya minta maaf apabila ada kata-kata yang membuat anda sebal dan segalamacamnya. Saya minta doa dari Anda, semoga UN saya besok lancar tanpa halangan apapun dan hasilnya memuaskan. Lalu dapat undangan PTN. :) 

———————————————————————
Tambahan!! Orang 1 udah memaafkan gue, dia nge-ask gue balik, ngasih balesan. Alhamdulillah, terima kasih Kak. Tinggal orang 2 yang belum bales, sampe sekarang gue masih takut gak dimaafin, takut bikin tambah kesel..