Jumat, 21 Agustus 2015

Berhenti

Masa lalu menjelma dimasa kini
Dahulu dan sekarang
Lama tapi sebentar
Hilang dan muncul lagi

Menyangkut perasaan pasti menyangkut hati
Sebuah rasa suka dimasa lalu
Hilang dikala jauh
Dan kembali muncul dimasa kini

Permasalahannya,
Saat ini rasa itu lebih tumbuh
Jika dulu hanya benih
Saat ini sudah menjadi kuncup

Tolong, jangan biarkan aku merekah
Jika semua yang kamu lakukan hanya sia-sia
Tolong, jangan menggenggam tanganku
Jika tanpa arti apapun
Tolong, berikan kejelasan
Kamu lebih parah dari abu-abu
Semu

Aku ingin memilihmu dengan kejelasan
Diluar mungkin ada yang lain
Tapi kenyamananku sudah ada pada dirimu
Tolong, berikan kejelasan
Dahulu mungkin kita hanya sebatas kenal
Saat ini kita terlalu sering bertemu
Terlalu sering aku menghirup aroma parfummu
Maskulin, cocok dengan indraku
Terlalu hangat dirimu
Tolong, jaga hati ini
Berhentilah tidak jelas
Apakah hatimu jelas?
Sahabat atau lebih?

Rabu, 29 Juli 2015

Aku rindu

Aku rindu akan kejadian setahun lalu...
Kejadian lebaran tahun ini mengingatkanku akan lebaran tahun lalu. Aku bersama papa kembali mengantar saudaraku ke Bekasi. Melewati jalan yang sama, jalan tol. Dan mengalami hal yang sama, macet. Padahal sudah jam 10 malam, tapi jalanan Jakarta terasa masih terjaga. Di mobil, pikiranku flashback ke masa lalu. Setahun yang lalu, di saat macet di tol menuju Bekasi seperti tahun ini aku on chat dan kamu juga on. Ingatkah? Kita berbalas-balasan chat, tentang keluhanku tentang tol yang harusnya 40 menit sampai tetapi ini harus memakan waktu 2 jam. Tidak terasa, sudah setahun kamu menghilang. Bahkan aku tidak mengetahui apa-apa lagi tentangmu.
Aku rindu... sepatah duapatah perkataanmu.
Selamat lebaran Vulner Hunter!

Idul Fitri 1436H

Kamis, 16 Juli 2015

Entahlah...

Berhenti...
Mungkin sebaiknya aku berhenti
Seperti matahari yang berhenti menyinari
Mungkin sebaiknya bulan yang ada

Aku malu...
Ketika sadar dia mengetahuiku
Seakan semesta meminta agar dia tahu
Hingga pada saat itu aku ingin 'dia tidak pernah tahu'

Aku tidak ingin dilihat balik
Aku juga tidak ingin terlihat mengagumi
Aku hanya ingin memandanv
Aku cukup dengan memperhatikanmu dari jauh

Mungkin semua terlihat seperti diluar logika
Otakku pun tidak mengerti
Ragaku bergerak seakan panggilan alam
Hatiku jadi tak menentu, tidak tahu arah jalan

Jika aku bisa memilih,
Aku akan memilih untuk berdiam
Jika aku bisa memilih,
Aku akan memilih untuk berhenti mencari

Maaf kalau aku mengganggu kehidupanmu.

Rabu, 08 Juli 2015

Aku Hanya Mengagumimu

Aku hanya mengagumimu,
Tanpa aku tahu kamu mengetahui atau tidak

Aku hanya mengagumimu,
Tanpa aku tahu kamu merasakan atau tidak

Aku hanya mengagumimu,
Tanpa aku tahu kamu melihatku atau tidak

Aku hanya mengagumimu,
Tanpa aku tahu kamu peduli atau tidak

Aku hanya mengagumimu,
Tanpa mengharapkan balasan

Minggu, 28 Juni 2015

Pembagian Waktu Salat

Ada 4 pembagian hukum waktu mengerjakan salat, yaitu:

1. Fadhilah
Yaitu, salat diawal waktu. Contohnya setelah adzan dzuhur langsung bergegas salat dzuhur.
2. Ikhtiar
Yaitu, salat ditunda-tunda. Contohnya adzan maghrib pukul 06:00, salatnya ditunda jadi pukul 06:50.
3. Makruh
Yaitu, salat mendekati waktu salat yang berikutnya. Contohnya salat ashar disaat sudah mau adzan maghrib.
4. Haram
Yaitu, salat diwaktu salat yang selanjutnya. Contohnya, salat maghrib ketika sudah adzan isya.

Hari ini gue dapet ilmu itu. Penjelasan di atas punya pengecualian ya, kalau buat salat jamak/qashar tidak dibahas di atas. Ini tumben-tumbenan juga gue dengerin ceramah tarawih. Oiya walaupun hukumnya haram, tetap dikerjakan saja ya salatnya. Soal diterima atau tidak itu diserahkan saja sama Yang Mahakuasa. Sekian ilmunya. Wassalamualaikum :)

Rabu, 10 Juni 2015

Seleksi Bersama Masuk PTN

Abis baca post-an blognya Rizka gue jadi pengen ngeblog juga. Gue dapet lokasi ujian di SMAN 36 Rawamangun. Nahloh! Where is Rawamangun???? Gue ke daerah Jakarta Timur mentok-mentok juga Pasar Rebo, itu juga karena ngurus KTP. Gue nanya ke temen-temen gue, dijelasin sampe mulut temen gue berbusa dan gue tetep gak ngerti. Yaudah, akhirnya mereka pasrah, gue juga pasrah.

Gue chat sama Kishi, ternyata dia juga dapet di 36. Yaudah akhirnya kita survey bareng. Akhirnya gue tau tempatnya, gue pamer sama temen gue yang ngasih tau arah, gue disemprot sama dia "kan kemarin udah aku kasih tau, emang lewat situ!" Gagal pamer, gue manggut-manggut aja, daripada nantinya temen gue manyun-manyun wkwk.

Beberapa hari pas udah survey Kishi chat ke gue, and you know what dia bilang apaa??? Dia bilang dia di 26 bukan 36. IYE KIS IYE. Padahal kita udah berencana buat nginep bareng. Yaudah. Semua rencana selesai sampai disitu.

Satu hari sebelum hari H, gue otw ke Rawamangun. Gue nginep dirumah yah anggap saja sodara (?). Yaudah gitu deh, gue kesana bawa tas udah kaya mau pulang kampung, bawa ransel bawa tas tenteng gitu sama papan jalan. Semoga orang-orang di busway gak bingung liat gue kaya anak mau minggat.

Oiya temen gue ngajakin bareng, dia dapet di Labschool Rawamangun. Sekalian aja gue suruh bantuin bawa barang-barang gue wkwkwkwk untung cowok. Kita janjian di halte Masjid Agung, gue udah sampe duluan, nungguin dia setengah jam sendiri. Sampe gue main getrich 2 ronde. Terus pas gue cek hp gue, dia bilang dia baru sampe Sarinah. TERUS NGAPAIN WOI JANJIAN DI MASJID AGUNG? JAUHJAUHIN AJE. Akhirnya gue bilang, turun di Dukuh Atas aja. Oke akhirnya kita ketemuan di Dukuh Atas.

Sampe di Rawamangun. Gue nemenin dia ke Labschool buat ngecek sekolahnya sama ruangannya. Buset ini Labschool denahnya gimana lagi, gue keder. Bolak-balik ke peta yanv ada di tengah-tengah Labschool. Akhirnya Hanief moto, KENAPA GAK DARITADI AJA DIFOTO??? Gue mulai lelah.

Pas udah tau ruangannya dia, gantian ngecek ruangan gue. Sebenernya gue udah janjian sama Alex temen les gue karena ternyata kita sesekolah dan seruangan. Good. Paling ngga gue bisa tenang karena ada yang gue kenal di kelas. Tapi pas gue line Alex kok delivdeliv doang..... Jangan-jangan nih anak udah ngecek duluan! Sial. Oke akhirnya gue ngecek sama Hanief. Dan disaat gue udah selesai ngecek, udah nganterin Hanief ke depan gang Alex baru bales dan bilang "gue ketiduran". Kampret.

Sebagai teman yang baik, akhirnya gue balik lagi ke 36. Kebetulan gue juga lupa ngecekin ruangan Skip. Yaudah ngecek bareng.

Hari H. Gue ngerjain dengan semangat. Pas udah selesai gue chat sama temen ekskul gue.Dan mereka balesnya gini :

Kampret emang. Terus pas gue udah di rumah, mantan temen sebangku gue chat gini :
*L: temen gue, G: gue*
L : Gimana tadi?
G : Gituuu
L : Gue si jadi pengen nikah aja..
G : Gue jd pengen cari suami kaya
L : Setuju bgt si..
Dan chat berlanjut makin gak jelas. Emang gini omongan orang yang abis SBM. Diajak ngomong apa nanti jawabnya apa, maklumilah..

Minggu, 07 Juni 2015

Mereka tidak tahu

Mereka tidak tahu,
Yang mereka tahu hanyalah aku tersenyum
Mereka tidak tahu,
Yang mereka tahu hanyalah aku tertawa
Mereka tidak tahu,
Yang mereka tahu hanyalah aku bahagia

Mungkin kegagalan itu menjadikan pacuan
Mungkin kecewa itu menguatkan
Tapi untuk keluar dari lubang kesedihan bukan hal mudah
Tanpa keyakinan kuat itu hanyalah hal mustahil

Mereka tidak tahu,
Bagaimana aku menahan semuanya
Mereka tidak tahu,
Bagaimana aku mengulas senyum
Mereka tidak tahu,
Bagaimana aku mencoba keluar dari lubang keterpurukan

Jika sebuah sandaran saja memilih yang lain
Lalu bagaimana aku bisa percaya?
Seperti es yang telah meleleh
Dan akan kembali menjadi es

Bukan tentang sebuah sifat dingin
Bukan tentang menutup diri
Bukan tentang tidak bisa membuka hati
Tapi ini tentang berhenti untuk mempercayakan hati

Yang Mahakuasa sudah memiliki jalan
Yang lalu mungkin memang bukan yang terbaik
Yang didepan masih disimpan oleh-Nya
Yang aku lakukan hanyalah berdoa dan berusaha

Rabu, 27 Mei 2015

Mematikan Rasa

Tentang sebuah cinta
Cinta kepada Tuhan berarti abadi
Cinta kepada orang tua berarti berbudi
Cinta kepada antonim berarti naluri

Aku ingin bertanya
Mengapa jatuh cinta dibilang mudah?
Aku ingin tahu
Apakah melupakan juga mudah?

Hanya sebuah pendapat
Tentang sebuah cinta
Jatuh cinta tidaklah mudah
Sama halnya dengan melupakan

Jatuh cinta awal ialah maya
Jatuh cinta selanjutnya ialah candu
Jatuh cinta terakhir ialah mapan
Jatuh cinta hingga maut ialah abadi

Cinta
Tidak selalu dapat terungkap
Kadang semesta meminta untuk diam
Karena tidak semua harus diketahui
Cinta dalam hati
Seperti genderang yang ditabu
Ketika memaksa cinta untuk diam
Rasanya, seperti genderang yang ditabu dalam ruang hampa
Terdengarkah?
Tidak!
Berfungsikah?
Tidak!
Dan disaat itu seseorang terpaksa mematikan rasa

Disaat bola mata bertemu dalam sebuah horizontal
Pandangan berpaling seakan menjauhi kenyataan
Dunia maya kau ambil untuk pengalihan
Anak tangga tetap kunaiki dengan raut bahagia terpaksa
Kita... Apakah kita menjauh?

Tentang seseorang, di depan sebuah Musala.

Minggu, 24 Mei 2015

seperti, kasih yang tak sampai


Halo. Kayanya ini blog lebih cocok dibilang diary deh hehe. Kenapa? Karena disaat gue lagi bete dan semacamnya, gue pasti larinya kesini. Kebaperan dimulai waktu lagi jam bahasa Indonesia, disalah satu soal ada option jawaban yang berisi puisi di atas. Dan dijelasin pula sama guru gue. Pas pertama kali gue denger, feel gue langsung bilang itu puisi bagus. Dan feel gue langsung mengartikan itu puisi sedih. 

Kata-kata dari Bpk. Supardi Djoko Darmono sangat mewakili saya saat ini. Gue mau bikin perumpamaan aja. Jadi, ada seekor kupu-kupu di taman bunga yang bernama Nila. Nila hidup dengan damai, tapi suatu ketika taman bunganya kedatangan tamu tidak diundang, kerajaan kadal bermigrasi. Keluarga dan teman-teman Nila pun menjadi sajian lezat bagi bangsa kadal. Nila terbang ke rumah untuk mengabarkan orang tuanya, dan terbelalaklah mata Nila ketika ia melihat ayah dan ibunya sudah berada di lidah kadal. Orang tua Nila meneriakkan Nila untuk tidak mendekat dan berlindung di taman bunga daerah timur. 

Setelah cukup lama terdiam di awang-awang karena shock, Nila pun mengikuti perintah orang tuanya. Hati Nila sangat-sangat kalut, Nila terbang dengan rasa tak berdaya, energinya terserap kesedihan. Nila terus terbang menjauhi matahari, menjauh, dan menjauh. Hingga gelap menyelubungi isi bumi. 

Semalam penuh Nila terbang dan disaat fajar menyingsing Nila melihat dikejauhan ada sebiah taman. Nila semakin mempercepat kepakan sayapnya. 

Nila membuka mata, ia melihat seekor kupu-kupu jantan sedang duduk di sebelahnya. Nila pun langsung terlonjak karena kaget. Ia bingung. Sepertinya si kupu-kupu jantan paham kenapa Nila kaget. Lalu ia memperkenalkan diri, namanya Ruga dan dia menceritakan bahwa tadi pagi Nila pingsan dan Ruga hanya berniat menolongnya. Nila sangat berterima kasih kepada Ruga. Ia pun menjelaskan maksud kedatangannya ke taman bunga timur ini. 

Ruga mengerti dengan penjelasan Nila. Ia pun mengantar Nila ke rumah ratu kupu-kupu. Nila mengikuti dari belakang, cahaya mentari tampak menyorot muka Rugo, membuat raut mukanya bersinar dengan taburan jingga. Hati Nila meletup seperti ada percikan rasa suka, pipinya memerah melihat keindahan pagi ini. 

Sesampai di rumah ratu kupu-kupu, Nila menjelaskan semua. Dan ratu kupu-kupu dengan senang hati menerima Nila. Nila pun menjadi anggota kerajaan kupu-kupu taman bunga timur. 

Di malam hari, Nila memikirkan kejadian tadi pagi, disaat ia memandang wajah Rugo, ia menrasakan cinta. Tetapi, sepertinya ia tidak pantas jika jatuh cinta dengan Rugo. Sepertinya ia harus menyimpan rasanya dan memaksa untuk membuat arti dari rasa itu menjadi berarti rasa kagum. Hanya kagum. 

Hari terus berjalan, beberapa hari ini Nila diajarkan dan ditemani Rugo. Tapi hari ini Rugo tidak datang. Nila menjalani hari seperti biasa, terbang mencari bunga-bunga, menghisap gula-gula yang berada di benang sari, membantu para bunga melakukan penyerbukan. 

Hari kedua, hari ketiga, hari keempat, Rugo tidak pernah datang kembali. Hingga Nila dengar kabar bahwa Rugo sedang berperang ke selatan. Hati Nila langsung was-was, takut kalau Rugo kenapa-kenapa ketika berperang. Pikiran Nila hanya rindu Rugo dan mendoakan supaya selamat. 

Hingga pada suatu sore, ketika Nila sedang meloncat-loncat di atas bunga-bunga yang bermekaran, dari kejauhan ia melihat Rugo. Ia melihat Rugo jalan menuju istana ratu. Matanya menatapnya lekat-lekat, Rugo terlihat buru-buru. Tetapi disaat itu Nila sadar, rasanya masih sama seperti dulu, yaitu sebuah rasa cinta. Cinta yang tidak bisa ia ucapkan, yang hanya bisa ia pendam sendiri. Cinta yang tidak akan bisa menyatukan. Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu yang sudah menjadi abu, seperti isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. 

Rabu, 13 Mei 2015

Risalah

Menangis!!!
Untukku
Agar hatiku tenang
Sebagai penenang kepenatan

Berlari?
Sebuah pikiran buruk
Jangan pernah berlari
Hanya untuk menjauhi masalah
Hadapilah dengan tenang

Jika menatapmu adalah sebuah kesalahan
Biarkan aku menunduk
Agar hatiku tentram
Supaya tanganku tidak gemetar

Jika menjauhimu adalah pengecut
Aku akan menguatkan hatiku
Supaya ragaku semakin kuat
Daging yang membalut tulang semakin rapuh

Gemetar saat melihatmu
Takut menatapmu ialah dosa
Tapi menjauhimu menjadi sebuah sendu
Mungkin memang seperti ini sendi kehidupan
Aku... jatuh cinta kepadamu sebuah huruf a

Sabtu, 09 Mei 2015

sembilan mei dua ribu lima belas

Hari ini, mungkin bukan hari yang bersejarah buat mereka selain siswa SMA kelas 3. Buat gue, hari ini cukup bersejarah. Bukan sejarah yang menyenangkan memang. Hari ini pengumuman SNMPTN. Di kelas BTA, anak-anak yang lain pada ngebuka web waktu guru matematika kita keluar sebentar buat ngecek. Faisal, temen sekelas gue di BTA, nyuruh gue ngecek juga. Dan.. gue gak mau. Bukannya gak mau diliat rame-rame. Tapi firasat gue jelek, perut gue mual, pengen muntah. Gini gue emang kalau kepikiran sesuatu, ngerjain apaan juga jadi gak konsen.

Gue akhirnya memberanikan diri buat ngeliat pas udah bel pulang. Gue masih di kelas, buka HP buka web, dan... tulisannya merah. Gue gak diterima. Langsung agak gak semangat gitu sih gue, kecewa gitu. Di jalan gue sempet kepikiran juga. Akhirnya gue baca buku, buku tentang manfaat 7 sunnah gitu deh. Alhamdulillah, gue jadi gak sesedih tadi. Sampe rumah gue udah gak mikirin itu. Yang gue pikirin cuma gue laper pengen makan.

Di rumah gue ngabarin ke mama. Gue sama sekali udah gak sedih. Dan Alhamdulillah nyokap gue juga gak sedih2 banget pas denger kabarnya. Permasalahan ke mama udah clear. Gue akhirnya ngabarin bapak juga. Gue sms bapak. Dan beberapa detik kemudian bapak bales terus nelpon gue. Gue jelasin lalalalala. Dan akhirnya dia nanya terus mau gimana? Dan gue jawab gue mau ambil jalur SBMPTN.

Kedua orang tua gue gak kecewa-kecewa banget gue gak keterima undangan. Gue juga nggak, gak tau kenapa. Padahal kemarin-kemarin gue bener-bener mengharapkan undangan. Iyalah, gue udah buat beberapa rencana buat kerja kalau dapet undangan. Tapi, Allah punya rencana lain. Ada seribu jalan menuju Roma, ada seribu cara untuk menggapai cita-cita. Dan gue percaya, rencana dari Tuhan pasti yang terbaik untuk gue. Gue menerima dengan ikhlas dan lapang dada. Gue disuruh berjuang kali ini, karena udah kebanyakan hoki di tahun-tahun sebelumnya. Buat yang keterima SNMPTN, gue ucapin selamat!! Semoga kalian jadi lebih semangat untuk kuliah. Yang belum dapet gak usah kecewa, gue juga gak dapet kok. Hidup itu butuh perjuangan. :)