Kamis, 28 Januari 2016

Mencintaimu




Mencintaimu, seperti sulur yang merambat
Mencintaimu, seperti air yang menyegarkan
Mencintaimu, seperti bintang yang menyinari
Mencintaimu, seperti badut yang membawa bahagia

Selasa, 26 Januari 2016

Semangat

Last alphabet
Semangat
Biar cepet tamat
Terus makan pizza deh

#gagalbikinpuisi

Jangan ore lagi ya :)

Sabtu, 23 Januari 2016

Maha Segalanya

Ya Allah ya Tuhanku
Maha pembolak-balik hati
Ya Allah ya Tuhanku
Maha pemberi petunjuk

Ya Tuhanku,
Tunjukkan padaku
Jalan mana yang harus kupilih
Sesungguhnya aku berada dalam dilema

Ya Tuhanku,
Berikanlah aku ketabahan
Akan macam-macam penusuk hati
Kuatkanlah ragaku akan berbagai rasa sakit

Ya Tuhanku,
Pancaran kasihmu sungguh banyak
Namun aku selalu meminta
Ampuni aku yang tidak pernah puas

Ya Tuhanku,
Tunjukanlah cara menjelaskan
Segala permasalahan agar hatiku mengerti
Supaya tidak meninggalkan rasa sakit

Ya Tuhanku,
Rindu ini harus kuapakan?

This is your limit.

Thank you, I like you too. But, I don't want to be your second.

Rabu, 20 Januari 2016

Let Her Go - Passenger

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her go

Staring at the bottom of your glass
Hoping one day you'll make a dream last
But dreams come slow and they go so fast

You see her when you close your eyes
Maybe one day you'll understand why
Everything you touch surely dies

But you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go

Staring at the ceiling in the dark
Same old empty feeling in your heart
Cause love comes slow and it goes so fast

Well you see her when you fall asleep
But never to touch and never to keep
Cause you loved her too much and you dived too deep

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her go
And you let her go
Well you let her go

Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go

Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her go

Source : http://www.azlyrics.com

Senin, 18 Januari 2016

Obrolan Sore di BTA: Jurusan Kuliah

Source: http://i.ytimg.com/vi/vKYR4SXPmYg/hqdefault.jpg

Entah siapa yang memulai duluan untuk membicarakan masalah memilih jurusan kuliah. Tiba-tiba pembicaraan itu sudah mulai berada dipertengahan. Ada beberapa masalah dalam memilih jurusan kuliah dan masalah ini sering kali kita temukan di saat ingin daftar perguruan tinggi hingga ketika telah menjadi mahasiswa. Tidak jarang teman kita atau bahkan kita sendiri akan bertanya-tanya mengenai pilihan kita apakah sudah benar atau belum, ada pula orang tua kita maunya jurusan A sedangkan kita maunya B, atau hingga menyesal ketika telah kuliah merasa salah jurusan.

Hari ini kita lebih membahas tentang point kedua dimana keinginan kita dengan orang tua kita berbeda. Tentu, sebagai anak kita akan berpikir bahwa jika kita memaksakan keinginan kita itu tentu merupakan perbuatan yang tidak pantas karena melawan orang tua, tetapi disisi lain kita menjadi tidak ingin menjalani kuliah karena jurusan yang dipilih orang tua bukan yang kita inginkan. Beberapa hal yang saya tangkap mengapa orang tua mengarahkan kita sesuai keinginannya disebabkan karena beberapa faktor, yaitu: 

1. Latar belakang
Ada kakak tingkat saya yang mengatakan pendapat ini dan saya juga pernah mendengar sendiri curhatan teman dekat saya tentang latar belakang ini. Latar belakang yang dimaksud disini ialah sejarah orang tua itu sendiri. Mungkin, dahulunya orang tua kita ingin masuk ke jurusan A tetapi tidak bisa karena ada faktor-faktor lain yang menyebabkan tidak bisa masuk. Lalu, hal itu berimbas pada kita, beliau menjadi menginginkan kita menjadi cerminan dirinya dahulu tetapi dengan versi yang berhasil.

2. Value/hasil
Ada pula orang tua yang melihat value, yaitu jika masuk jurusan A nanti bekerjanya akan menjadi B lalu gajinya sekian miliar. Maka, orang tua kita menginginkan kita untuk masuk ke jurusan tersebut agar mendapatkan hasil yang sama dengan orang yang telah berhasil.

3. Kurangnya komunikasi
Komunikasi juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Banyak anak yang takut menyampaikan pendapatkan ke orang tuanya dan akhirnya anak tersebut hanya mengikuti saja apa yang diinginkan orang tuanya dengan rasa tertekan karena tidak terbuka.

Tentu, obrolan itu tidak hanya obrolan kosong, melainkan kita semua mengeluarkan pendapat-pendapat masing-masing untuk saling menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab tersebut. Jawaban untuk kebingungan-kebingungan tentang kita harus memilih jurusan yang kita inginkan atau orang tua kita inginkan pun beberapa terjawab dengan jawaban dari kak Ian.

1. Komunikasikan
Komunikasi sebenarnya merupakan hal yang sangat penting. Saya bilang sangat penting disini karena kita harus saling terbuka dengan keluarga, dimana kita harus mengetahui apa yang diinginkan dan dirasakan orang tua kita, begitupun sebaliknya, orang tua kita juga harus mengetahui apa yang kita inginkan dan kita rasakan. Jika kita sendiri tidak berani mencoba untuk berbicara tentu kita tidak akan tau jika hasilnya mungkin akan berhasil, karena jika kita membicarakan, akan ada kemungkinan 50:50.

2. Ikuti orang tua
Orang tua memang tidak semuanya sama, jika orang tua kita berkekeuh meminta kita memilih jurusan yang mereka inginkan, lebih baik kita turuti. “Mungkin kalian akan berpikir kenapa sih kaya gitu? Padahal yang mau kuliah saya.” Saya awalnya juga sering memiliki pikiran seperti itu, tetapi kemarin setelah diberi wejangan sama kak Ian dan setelah saya sendiri berfikir dari sudut pandang berbeda, memang lebih baik seperti itu. Bagaimana pun, orang tua kita tidak akan menjerumuskan kita ke hal yang buruk. Bagaimana pun, orang tua kita yang telah membesarkan kita, orang tua kita mengurusi kita, selalu menuruti apa mau kita. Kenapa untuk menuruti orang tua kita sekali saja rasanya sulit? Padahal ketika kita kecil mereka tidak merasa sulit untuk mengurusi kita. Selain itu, kak Ian bilang untuk bersyukur jika orang tua kalian masih memberikan saran-saran memilih jurusan seperti itu karena diluar sana banyak orang tua yang tidak terlalu peduli dengan anaknya. Bersyukurlah jika orang tua kita memperhatikan kita hingga hal-hal seperti itu.

Kesimpulan dari tulisan ini, semuanya akan kembali lagi bagaimana konsep keluarga yang orang tua kalian bangun, bagaimana konsep yang orang tua kalian pegang, dan bagaimana hubungan yang kalian bangun dengan orang tua kalian. Diakhir kalimat saya ingin berpesan bahwa, “bersyukur merupakan cara terbaik.”



Minggu, 17 Januari 2016

Yogyakarta

"The world is a book and those who do not travel read only one page." -St. Agustine

Day 1
Berangkat dari ke rumah Saarah sekitar jam 4.30an, ke rumah Saarahnya bersama abang gojek. Terus habis maghrib kita otw ke stasiun pasar senen. Bapaknya Saarah salah ngasih tau jalan masuk, jadi mobilnya Saarah masuknya ke parkiran pasar senennya bukan parkiran stasiun-_-. Terus akhirnya kita jalan ke stasiun pasar senen, baru liat daerah sekitar sini di malam hari, serem juga euy banyak anak jalanan gitu. Disana kita beli makan dulu bentar terus masuk ke kereta. Di kereta gue sama Saarah gak terlalu banyak ngomong karena gue lebih banyak tidur hehehe dan Saarah gak bisa tidur.

Day 2
Sampe di Jogja jam 6 atau jam 7 pagi gitu gue lupa. Kita dijemput sama Muned dan Rizka. Muned cepet banget sampenya dan Rizka setengah jam kemudian wkwk gara-gara Rizka nyetir motornya lama. Katanya sih Rizka baru nyetater tapi Muned udah jalan duluan. Yaudah gue naik motornya Rizka, si Saarah sama Muned. Sampe rumah Muned cuma naro barang terus kita wisata kuliner. Gila, perut gue sulit menerima makanan di jam-jam pagi hari gara-gara gak biasa makan pagi. Kita makan bubur ayam dan gue selesainya paling lama padahal cuma bubur yang gak perlu banyak kunyahan.

Terus yaudah pulang bobo-boboan karena masih capek juga. Malemnya baru jalan lagi ke tempat es krim gelato di Il Tempo Del Gelato. Disini karena gue sama Rizka udah bego gara-gara abis nyasar ketinggalan motornya Muned yang udah kaya jet, mesen es krimnya jadi aneh-aneh rasanya. Bayangkan, Rizka mesen rasa kemangi dan gue mesen rasa cinnamon gara-gara gue lupa apaan artinya cinnamon. Pas gue makan tuh es krim, enek langsung-_- untung aja gak cinnamon doang tapi cinnamon sama cookies, yaudah cookiesnya doang deh yang gue makan.


Habis makan es krim kita ke alun-alun Jogja, pertama kalinya gue ke alun-alun hehe norak jadinya. Kita main mobil-mobilan yang ada disana dan ternyata capek banget gowesnya gara-gara Muned gak mau gowes, makasih loh Ned. Habis itu karena pegel banget gowes mobil, kita ganti sepeda yang berempat dengan formasi Rizka paling depan terus Saarah, Muned, dan yang paling belakang gue.

Disitu Rizka masih genjot wkwkwk padahal kita semua udah ready buat foto. 
Pulang dari alun-alun Saarah ngajak muter-muter. Kita muter-muter ke daerah UGM dan..... hujan. Ni anak udah tau ujan pas ditanya masih mau muter-muter, amajing sekali Saar. Terus gue kehilangan jejak motornya Muned di tengah jalan. Sotoy aja sama jalan, eh nyasar. Disini gue punya feeling, ni Rizka sama Muned sengaja ngebut-ngebut biar gue sama Saarah nyasar. Yaudah, akhirnya karena Saarah pintar dan gue tentunya juga gak kalah pinter, kita make google maplah, jaman udah canggih gitu. Karena males langsung balik walaupun udah malem akhirnya gue sama Saarah nyari tempat makan dulu, kita akhirnya makan soto kudus. Lumayan ngangetin badan gara-gara kedinginan abis keujanan. Muned sama Rizka udah panik level 9 mendekati 10. Pulang-pulang sekitar jam 12an gue sama Saarah sekongkol akting ngambek, tapi gue gak bisa-_- gue cuma cengangas-cengenges doang liat Rizka.

Day 3
Nurutin BM-nya (re:Banyak Mau-nya) Saarah yang minta ke hutan. Dasar emang anak Jakarta gak pernah liat hutan. Dia minta ke hutan pinus yang dia liat dulu di mbah google bareng gue. Terus dia ngasih tau daerahnya dan Rizka nyuruh gue buat search di google map daerahnya. Google map bilang sekitar 30 menitan, oke, berarti gak terlalu jauh. Kita bangunnya gak terlalu pagi karena capek kemarin baliknya malem. Jam 1an siang kita baru berangkat ke daerah Imogiri buat ke hutan pinus. Bagus, Indonesia emang bagus. I'm so proud with Indonesia.

Pardon my face
Pulangnya gue lagi yang nyetir motor, berhubung turunan, akhirnya gak gue nyalain tu motor. Peghel banget rasanya. Pulangnya mampir dulu ke warung pasta setelah acara nyasar-nyasaran sama Rizka gara-gara gue ngikutin Rizka yang sok-sokan afal jalan.

Terus sampe rumah malem lagi. Gils, the really traveling.

Day 4
Acaranya beli oleh-oleh aja. Malioboro-sakola-malioboro. Yoo peghel campur migrain gara-gara kepanasan.

Jam 18.30 jalan ke stasiun, bawaan gue bikin bilang masya Allah melulu gara-gara banyak beudh.

Sampe Jakarta jam 4 pagi, tidur-tidur jam 6, jam 10 udah bangun lagi, Subhanallah abis itu kerja.

Kamis, 14 Januari 2016

Masaku

Kamu,
Pengisi dimensi ruang dan waktuku saat ini
Kamu,
Pelengkap warna dalam kepolosan warna putih

Aku mensyukuri masa lalu
Aku menjalani masa kini
Aku mengharapkan masa depan
Kamu, isilah setiap masaku

Beberapa hari menuju pilihan
Harapanku kamu bisa memilih
Siapapun itu
Jika tidak, aku yang terpaksa memilih

Rabu, 13 Januari 2016

Sabar Kawan

Tunggulah kawan,
Aku akan pulang
Sabarlah kawan,
Aku pasti datang

Bukan hanya kamu
Tetapi juga aku
Aku juga rindu
Tentu, kita akan bertemu

Fakes

Smile outside, cry inside.
I don't want to be that.
I would cry when I'm sad and I would smile when I'm happy.
The fake just make more liar.
Be honest with my feeling.

Senin, 11 Januari 2016

Dalam Hati

Mau seneng tapi malah sakit
Mau menutupi pun tak bisa
Mau bahagia dalam rakit
Mau menyelami api cinta

Tersenyum tapi hambar
Mengusap dada
Seakan ada jarum menancap
Menusuk hingga dalam

Selama belum jelas
Tidak boleh terlalu jauh
Selama belum jelas
Tidak akan terlalu dalam

Sakit.

Kamis, 07 Januari 2016

(not) know




Who knows?
No one knows
Who knows?
If doesn't knows

I'm looking into your eyes
I'm starting to listen your heart
I'm trying to understand your mind
Are they tell the truth?

I-don't-know.