Selasa, 27 Maret 2018

Stay

Aku suka yang hilang dan muncul tapi tetap mengorbit padaku.

Mimpi

Bolehkah aku bermimpi?
Seperti orang-orang di dunia ini
Bolehkah aku berharap?
Akan kebahagiaan yang datang tanpa adab

Dunia menjadi wangi
Jika diisi dengan hati
Dunia jadi bermakna
Jika diisi dengan cinta

Bolehkah aku bahagia?
Setidaknya untuk saat yang ada

Kamis, 22 Maret 2018

Mirip.

Kita sama, tapi berbeda
Kita mirip

Siapa sebenarnya kamu?
Mengapa banyak sekali kemiripan dalam dunia kita?

Rabu, 21 Maret 2018

Terhubung

Katanya, manusia itu saling terhubung, katanya. Makanya, disaat kita ingin membahas sesuatu, lawan bicara kita bisa memberikan jawabannya sebelum hal tersebut diutarakan.

Senin, 19 Maret 2018

Jika Bisa Mengulang Waktu

Jika bisa mengulang waktu,
apa yang akan aku lakukan?
Sepertinya aku akan melakukan hal yang sama

Jika bisa mengulang waktu,
apakah aku mau?
Sepertinya tidak,
setiap hal yang berlalu,
tidak perlu disesali

Namanya juga waktu
Terus bergerak maju
Namanya juga hidup
Terus bersinar hingga redup

Santai saja,
semua pasti berlalu
Santai saja,
semua hanyalah pengelabu
Santai saja,
hidup terlalu singkat untuk tidak bahagia

Sabtu, 17 Maret 2018

Rika dan Dika

Rika menangis dan merutuki diri. Sudah seminggu ia keluar kamar hanya untuk mengambil makanan. Rika tidak berbicara kepada orang rumah, pun dengan keluarganya. Ia merasa tidak bisa bercerita kepada keluarganya karena memang selama ini ia dan keluarganya tidak dekat dalam urusan pribadi.

Satu-satunya orang yang ia hubungi ialah Dika. Namun, Dika bukanlah orang yang memberikan perhatiannya setiap detik. Sudah 50 kali Rika menepon Dika, namun tetap tidak ada satupun yang diangkat. Hingga, telepon ke 51 dari Rika. *klik* ditutup oleh Dika. Rika menangis sejadi-jadinya. Orang yang jadi tumpuan satu-satunya untuk bercerita secuek itu.

Dika memang cuek, tapi itu juga yang disukai Rika. Rika bukanlah cewek yang suka dengan 5 menit sekali dihubungi dan ditanya “lagi apa?”, “lagi apa?”, dan “lagi apa?”. Makanya, walaupun sering dicuekin sama Dika, Rika tetap tenang. Seperti hari ini, pintu kamar Rika terbuka.

Rika menoleh, Dika masuk membawakan segelas susu dan segelas air putih. Dika memeluk Rika dan Rika menangis sejadi-jadinya dipelukan Dika.
“Sudah legaan?” tanya Dika, setelah Rika terlihat sudah mulai berhenti menangis.
Rika mengangguk. Dika pun berjalan mengambil air putih yang tadi ia letakan di atas meja.
“Minum dulu,” Dika menyodorkan segelas air putih ke Rika.
Rika pun menenggak air putih tersebut sampai setengah gelas. Lalu, ia mencoba mengatur napas dan mengambil tissue untuk mengeluarkan ingus akibat menangis.
“Coba cerita,” usai Rika kembali ke hadapan Dika.
Rika pun menceritakan permasalahannya. Rika merasa dirinya sudah hampir putus asa. Rika merasa dirinya sudah sangat depresi dengan hidup, ia mengatakan bahwa sudah seminggu dirinya mengurung diri di kamar dan tidak berbicara dengan Ibu, Ayah, dan Rena—adiknya.

Usai bercerita, Rika pun berjalan ke arah meja, lalu meminum susu yang dibawakan Dika.
“Coba sini, duduk lagi depan aku,” ucap Dika setelah Rika selesai meminum susu.
Rika pun kembali duduk sila di depan Dika.

“Coba pejamin mata kamu,” ucap Dika.
Rika memejamkan matanya.
“Kamu tarik napas dan buang 2-3 kali,” perintah Dika.
Rika pun bernapas merilekskan diri sebanyak 3 kali.
“Sudah rileks belum?” tanya Dika.
Rika mengangguk sambil terus mengatur napas.
“Coba letakan kedua telapak tanganmu di atas lutut,” Dika meminta, “lalu tautkan ibu jari dan telunjuk,” lanjutnya.
Rika mengikuti instruksi Dika.
“Bayangkan dirimu dalam keadaan sehat, sesehat-sehatnya,” bisik Dika ditelinga Rika.
Rika membayangkan dirinya sedang sangat sehat.
“Lalu, tautkan ibu jari dengan jari tengah,” lanjut Dika setelah beberapa menit.
“Bayangkan orang-orang yang menyayangimu dan bayangkan kamu sedang bersama mereka semua,” bisik Dika melanjutkan.
Rika membayangkan dirinya bersama keluarga, sahabatnya, dan Dika sedang berkumpul bersama. Bibir Rika mulai mengulas senyum, hatinya mulai damai.
Dika pun ikut mengulas senyum.
“Tautkan ibu jari dengan jari manis,” Dika melanjutkan, “bayangkan saat kamu mendapat pujian, saat kamu menang perlombaan.”
Rika mulai membayangkan saat dirinya dibilang friendly, saat dirinya menang lomba menggambar dan mewarnai kaligrafi, saat dirinya menerima piala. Napasnya mulai teratur dan bibirnya tetap mengulas senyum.
“Tautkan ibu jari dengan kelingking,” Dika meneruskan, “bayangkan saat kamu berada di tempat yang sangat kamu sukai, bisa pantai, gunung, desa, kota, mal, atau lainnya.”
Rika mulai membayangkan pantai, ia membayangkan dirinya sedang menyusuri pasir pinggir pantai.
“Sekarang buka matamu,” Dika mengakhiri.
Rika perlahan membuka matanya. Di depannya ada Dika sedang mengulas senyum. Rika tersenyum membalas senyuman Dika.
Dika beranjak ke meja mengambil air putih yang tadi baru diminum setengah, lalu ia berikan ke Rika, “habiskan.”
Rika pun menghabiskan air putih tersebut.

Dika menaruh gelasnya ke meja dan kembali duduk sila di hadapan Rika.
“Gimana sekarang perasaannya?” tanya Dika.
Rika mengulas senyum kembali, “sudah mendingan, legaan,” ucapnya sambil tetap tersenyum.
“Setiap ada masalah, tenang aja, aku ada di sini, untuk membantu kamu,” ucap Dika.
“Yuk keluar, makan, ketemu Rena sama Ibu,” ajak Dika.
Rika mengangguk menuruti perintah Dika.

Dika dan Rika pun ke meja makan yang ada di dapur. Di situ sudah ada Ibu dan Rena yang makan duluan.
“Rika mau makan?” tanya Ibu.
“Iya Bu,” jawab Rika.
Ibu Rika pun mengambilkan nasi, sayur, dan lauk untuk Rika.
Dika mengambil sendiri makanan yang akan dimakannya.
Dika dan Rika pun duduk berhadapan. Dika di samping Ibu dan Rika di samping Rena.
“Mbak Rika, aku kemarin menang lomba nyanyi loh!” pamer Rena, “aku juara 1 hehehehe pialanya ada di ruang tamu, mbak mau liat gak?”
“Mana?” tanya Rika, “coba liaattt,” pintanya.

Lalu acara makan itu pun berlangsung seru sekembalinya keceriaan Rika. Setelah makan Rika membahas dengan Dika pemecahan masalah yang tadi di ceritakan di kamar. Setelah mencapai kesepatan, Dika pun pamit pulang. 

Jumat, 16 Maret 2018

Kebetulan

Kebetulan itu merupakan semacam pesan. Dengan memperhatikan kebetulan-kebetulan dalam kehidupan kita, kita dapat mendengar pesannya secara lebih jelas. Ketika Anda menjalani kehidupan Anda dengan menghargai kebetulan-kebetulan serta makna-maknanya itu, Anda terhubungkan dengan medan kemungkinan yang tak terhingga yang melandasinya. Saat inilah keajaibannya dimulai.
-Deepak Chopra yang ditulis ulang oleh Gobind Vashdev dalam buku Happiness Inside

"Bila kita berhasil menghubungkan sebuah kejadian dan lainnya serta menarik benang merah kebetulan yang menghubungkannya, kita mulai sadar bahwa sebenarnya hidup yang dijalani ini adalah sebuah rangkaian perjalanan hati." -Gobind Vashdev

Minggu, 11 Maret 2018

Halo, Selamat Datang!

Halo dunia!
Bahwa akan ada pendatang di setiap pertemuan
Dinamisasi kehidupan terus berjalan 
Bahwa akan ada teman baru di setiap perkenalan
Selamat datang di duniaku :D

Poin + dan -

"Cewek yang suka bola itu dapet poin +, tapi cewek yang pura-pura suka bola dapet poin -."
Dulu, pernah baca tulisan yang maknanya hampir mirip sama itu.

Hal itu juga berlaku untuk cowok. Seseorang yang sedang menyukai orang lain, biasanya akan menjadikan orang yang disukainya menjadi role model. Terlepas dari baik ataupun buruk. Kalau baik, ya bagus, kalau buruk? Silahkan dijawab sendiri :)

Selayaknya cowok yang bisa menilai "ini cewek" beneran suka bola atau cuma pura-pura suka, gue juga bisa menilai cowok yang pura-pura menyukai apa yang gue sukai. Bagaimana caranya? Beri sebuah pertanyaan dan lihat jawabannya. Seseorang yang benar-benar menyukai bisa menjawab dengan penjelasan panjang kali lebar. Tapi, yang pura-pura suka hanya menjawab seadanya atau bisa jadi melenceng. Nah, ketauan kan jadinya wkwkwkwk.

Pertanyaannya tentu bukan alasan kenapa dia suka, tapi pertanyaan standar tentang hal yang disukai itu aja. Kalau cewek ngaku-ngaku suka bola, coba aja tanya siapa aja pemain di grup yang dia sukai, offside itu apa, arti kartu kuning dan kartu merah itu apa, dan semacamnya. Kalau emang beneran suka, gue rasa si cewek bakal bisa ngejawab karena kan pastinya ngikutin perkembangan timnya itu. Kalau gue sih emang gak suka bola wkwkwk jadinya ya gak bisa jawab.

Berhubung gue cewek, kalau ada cowok yang ngajak ngobrol tentang hobi dan dia bilang dia juga suka, tapi isinya cuma pertanyaan-pertanyaan tanpa dia memberi penjelasan, gue langsung males seketika. Entah, gue merasa ini orang cuma nyari bahan obrolan, gue menghargai, tapi masalahnya gue gak pewe aja jadinya. Gue lebih pewe dia jadi dia, dia menyukai apa yang dia sukai, bukan apa yang gue sukai. Jangan ngikut-ngikutin kalau emang gak suka karena ya nantinya jadi gak nyambung.

Pekerjaan dan Hobi

Pekerjaan apa yang senang kita lakukan walau tidak dibayar sekalipun?

"Di mana hatimu berada di sanalah hartamu terletak" --Paulo Coelho

Jika seseorang bekerja sesuai panggilan hatinya, sebenarnya orang tersebut sudah dapat dikatakan tidak bekerja, karena dia hanya melakukan apa yang disukainya.

Dikutip dari buku Happiness Inside karya Gobind Vashdev.

Minggu, 04 Maret 2018

Sedih

Tuhanku,
aku tau rasanya merapal doa dan permohonan,
aku tau rasanya berbagai macam beban seperti menimpa badan,
aku tau rasanya kehilangan angan-angan

Kita berada dalam lingkup kesedihan
Juga bertemu dengan kesabaran
Makhluk yang memberikan kenyamanan
Mungkinkah dunia menggambarkan benang merah?

Tuhanku,
perasaan tidak dapat dilimpahkan,
rasa sedih hanya dapat dirasakan oleh satu insan,
rasa bahagia selalu tersebar pada kawan

Aku selalu merasa ia dapat merasakan kesedihanku
Di setiap tangisan dalam kegelapan sebuah ruangan
Di setiap emosi yang tertahan dan meluap dalam air mandi
Di setiap genangan di pelupuk mata yang menyayat hati

Aku selalu menahan tangis di keramaian
Aku selalu menahan tangis di dekat keluarga
Hanya ada dua tempat
Kamar dan kamar mandi

Dalam ruangan kamar
Lampu dimatikan
Musik dinyalakan
Wajah ditenggelamkan

Di dalam kamar mandi
Keran dinyalakan
Air diguyurkan
Mata dipejamkan

-

Setiap habis membuka pages facebook-mu, aku membaca untuk keberapa kalinya (sepertinya kelima). Secara otomatis, aku ikut merasakan kesedihan. Mataku jadi berair. Aku tidak mengatakan aku paham bebanmu, aku tidak mengatakan aku paham tanggung jawabmu. Aku sama sekali tidak paham, tapi aku tau rasanya kesedihan itu. Aku tidak mengatakan aku paham rasanya ada di posisimu. Aku hanya ingin mengatakan, aku di sini, menemani dan berharap bisa membantumu. Aku di sini, selalu ada setiap hari. Entah, dianggap apa aku ini, tapi yang pasti aku selalu di sini, setiap hari, aku muncul dengan ceritaku dan kabarku. Aku tidak meminta balasan, aku hanya ingin menemani dan membantumu. 

VH.

Perumpamaan

Jumat, 02 Maret 2018

Sexual Harassment

Sexual harassment dalam bahasa Indonesia berarti pelecehan seksual merupakan perilaku pendekatan kepada seseorang terkait dengan seks yang tidak dikehendaki. Pelecehan seksual dapat terjadi dimana saja, namun yang paling sering saya dengar, yaitu di tempat umum dan tempat kerja. Pelecehan seksual dapat berasal dari komunikasi verbal dan non-verbal. Beberapa contoh pelecehan seksual, yaitu:
- siulan yang bersifat menggoda
- catcalling atau panggilan seperti "neng neng" di saat sedang jalan
- kontak fisik yang tidak perlu
- kata-kata yang bersifat menggoda
- ancaman sex
- mengerling dan undangan yang mencurigakan
- penyentuhan tubuh
- pengeluaran alat kelamin
- ajakan seksual
- serangan fisik dan perkosaan

Korban pelecehan seksual bisa lelaki atau perempuan, namun presentasi jumlah korban perempuan jauh lebih banyak dibanding lelaki. Ada 3 teori dalam menganalisa pelecehan seksual seperti yang dikatakan oleh Sandra S. Tangri, Martha R. Burt and Leanor B. Johnson dalam Indah Budiarti:

  • Teori Biologis. Perilaku pelecehan seksual merupakan suatu ekspresi dari kerja hormon-hormon seksual, dimana laki-laki dipandang memiliki dorongan seksual yang lebih besar sehingga seringkali laki-laki menjahili perempuan secara seksual.
  • Teori Sosiokultural. Mengasumsikan bahwa laki-laki dan perempuan secara sosiokultural dibesarkan oleh suatu sistem yang menempatkan mereka sebagai dua pihak yang tidak setara, disebut dengan budaya patriarki (laki-laki lebih tinggi derajatnya dibanding perempuan). 
  • Teori Organisasional. Mengasumsikan bahwa adanya perbedaan struktur dalam dunia kerja (atasan dan bawahan), maka bagi mereka yang punya posisi atau hierarki lebih tinggi merasa memiliki peluang untuk memperlakukan bawahannya secara sewenang-wenang.
Pernyataan akan ketertarikan seksual adalah hal yang alamiah dan dialami oleh manusia, TAPI tindakan permintaan yang tidak dikehendaki hingga pemaksaan seksual yang tidak bisa diterima yang disebut dengan pelecehan seksual.

Hukum Indonesia yang mengusung tentang pelecehan seksual menurut Indah Budiarti, yaitu:
  1. Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP): Pencabulan pasal 289-296; Penghubungan pencabulan pasal 295-298 dan pasal 506; dan Persetubuhan dengan wanita di bawah umur pasal 286-288.
  2. Undang-Undang Hak Asasi Manusia No. 39/1999 yang menyatakan dengan tegas bahwa setiap manusia memiliki hak dan martabat yang sama dan sederajat, berhak atas jaminan dan perlindungan hak asasi manusia tanpa diskriminasi.
  3. Konvensi tentang Penghapusan Segala bentuk Diskriminasi terhadap perempuan (CEDAW: Convention on Elimination Discrimination Against Women), 1979. Konvensi ini merupakan perjanjian internasional yang paling komprehensif dan menetapkan kewajiban hukum yang mengikat untuk mengakhiri diskriminasi terhadap perempuan. Indonesia telah meratifikasi (mengesahkan) konvensi ini melalui UU No. 7/1984.
  4. Perjanjian Kerja bersama. Masukkan klausal tentang stop pelecehan seksual dalam perjanjian kerja bersama dan di tempat kerja, pastikan bahwa itu dijalankan dengan benar, dan ada sanksi bila melanggarnya.
Langkah yang bisa diambil untuk menghentikan pelecehan seksual dari analisa saya terhadap beberapa artikel di internet dan kenyataan yang saya alami: 

  1. Sebisa mungkin membuat barang bukti, seperti menyalakan alat perekam suara saat berbicara, simpan pesan yang mengandung pelecehan seksual, jika memungkinkan letakan handphone di suatu tempat yang datar dan nyalakan kameranya ketika berbicara. Jika kondisinya berada di tempat umum, sebisa mungkin cari saksi lain yang melihat. Jika tidak bisa, perhatikan lingkungan sekitar apakah ada CCTV atau tidak. Saat ini, di Indonesia sudah lumayan banyak tempat yang menggunakan CCTV. Menurut saya, hal ini sangat berguna nantinya karena terungkap secara jelas. 
  2. Bicarakan pada orang lain tentang pelecehan seksual yang dialami. Sebisa mungkin, meminta jalan keluar dan realisasinya. Saran saya, menceritakan kepada orang lain seperti HRD ataupun teman dekat yang bisa membela adalah hal yang baik, namun jangan terlalu bergantung, karena tidak semua orang mau ikut campur dalam suatu masalah walaupun sudah diceritakan. 
  3. Speak up! Bicara pada pelaku bahwa tindakannya tidak dapat diterima. Sebaiknya, tidak berbicara sendiri, ajak seorang pendamping ketika berbicara. Selain berguna sebagai saksi, pendamping juga berguna untuk melindungi dari kejadian tidak terduga. Menurut saya, speak up adalah hal paling efektif, karena pelaku bisa merasa takut. Pelaku takut karena memang dia salah. 
  4. Melaporkan pelecehan seksual kepada pihak yang berwenang karena sudah diatur dalam hukum Indonesia. Menurut saya, hal ini sulit dilakukan kecuali kasusnya seperti pemerkosaan atau pelecehan seksual yang terbilang parah. 
Ada cara lain yang sepertinya sudah membudaya, yaitu tidak keluar terlalu malam, tidak keluar sendirian, tidak keluar menggunakan pakaian yang terbuka. Saya tidak setuju. Alasannya ada di artikel yang dibuat oleh kumparan:
"Ada yang bilang kalau salah satu cara buat menghindari sexual harassment adalah dengan berpakaian yang baik, ngga nerawang, ngga kebuka, dan sebagainya. Ya, saya sepakat.
Tapi coba lihat, mereka yang berjilbab pun masih bisa jadi sasaran. Mulai dari catcalling yang bernuansa islami dengan mengatakan "Assalamualaikum" sampai dengan memotret diam-diam. Kalau sudah begini, gimana ya?"

Cara menangani korban yang terkena pelecehan seksual adalah menghukum pelaku. Bukan malah menyelamatkan pelaku dan menyalahkan korban. Jika terus diwawancarai dengan pertanyaan, "Memangnya pakai baju apa?" "Memangnya keluarnya jam berapa?" dan semacamnya. Tentunya membuat pelaku merasa aman karena yang disalahkan pun korbannya dan akan terus mengulangi kejahatannya. Kriminal tetap kriminal. 

References

Budiarti, I. (2009, February 6). STOP sexual harassment. Retrieved from UNIONISM: https://unionism.wordpress.com/2009/02/06/stop-sexual-harassment-and-violence-at-work/

Suryaningsih, M. (2017, July 10). Menjaga Diri Memerangi Sexual Harassment. Retrieved from Kumparan: https://kumparan.com/mega-suryaningsih/menjaga-diri-memerangi-sexual-harassment

The Regents of the University of Michigan . (2018). Sexual Assault Prevention and Awareness Center. Retrieved from What is Sexual Harassment? : https://sapac.umich.edu/article/63