Rabu, 07 Februari 2018

Penat.

Seharusnya, puisi gue gak muncul di instagram. Tapi, karena waktu itu gue muak banget ditanya-tanyain mulu waktu makan bareng anak b----r dan semakin ditanya semakin ngaco rasanya hati gue. Jadinya, malemnya gue ngepost itu karena di kereta rasanya langsung campur aduk dan pengen nangis banget. Jadi cengeng banget gue-_-

"Kenapa keluar?"
"Gak mungkin karena sibuk, kemarin2 juga lu punya kesibukan yang sama."
"Coba uraiin satu persatu agenda lu."
"Terus Sabtu Minggu lu ngapain?"
Semua jawaban gue dibantah seketika dan cuma bisa nyengir2 bohong. Dalem hati berharap, "please, jangan tanya2in gue terus." Tapi harapan gue tidak diijabah oleh Allah SWT. Semakin mereka bertanya, semakin gue pengen nangis. Pengen nangis karena gue harus bohong dengan ekspresi diri gue sendiri. Ada kalanya suatu hal tidak bisa dijelaskan secara keseluruhan karena mengandung aib orang lain dan akan berdampak buruk ke lingkungan.

Karena sekarang kayanya mereka udah melihat puisi gue dan sudah bisa memahami jadinya gue apus dan gue pindahin ke blog ini. Gimana pun juga, itu karya wkwk. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar